Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7 Guncang NTT hingga Picu Tsunami

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Karen Johnson - kabarberita911.com

Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7 Guncang NTT dan Tsunami yang Terjadi

Kabarberita911.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengungkap penyebab gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Peristiwa ini tidak hanya dirasakan luas di Pulau Flores, tetapi juga memicu gelombang tsunami yang sempat mengancam pesisir pantai. BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7 Guncang melalui analisis mendalam terhadap aktivitas tektonik di zona sesar aktif yang membentang di bawah permukaan laut.

Sistem Sesar Flores Back Arc Thrust sebagai Pemicu Utama

Flores Back Arc Thrust merupakan sistem sesar naik busur belakang yang berperan penting dalam aktivitas seismik regional. Sesar ini membentang dari bagian utara Pulau Flores hingga mencapai Laut Utara Lombok. Amien Widodo, dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menjelaskan bahwa patahan naik Flores tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik tertentu, melainkan tersebar di berbagai lokasi yang aktif pada waktu berbeda-beda.

Kondisi ini menjelaskan fenomena mengapa gempa susulan dapat terjadi secara berulang di sekitar zona sesar tersebut. Sesar Naik Flores merupakan bagian integral dari kerak transisi antara Samudra Sundaland dan Banda yang memberikan tekanan signifikan pada Busur Sunda-Banda. Aktivitas seismik pada sesar ini lebih dominan menghasilkan gempa-gempa di wilayah sebelah utara Bali hingga Flores, dibandingkan dengan gempa megathrust yang terjadi di sisi selatan.

Detail Gempa M7,7 dan Potensi Tsunami

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut merupakan aktivitas pada zona back arc thrust Flores. Zona ini memiliki potensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8, menjadikannya salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di Indonesia.

"Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana. Hari ini rilis 7,7, ini mudah-mudahan tidak terjadi potensi yang maksimalnya," kata Wijayanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/8).

Wijayanto berharap bahwa gempa M7,7 tersebut telah melepaskan sebagian besar energi yang sebelumnya terakumulasi di sepanjang patahan. Pelepasan energi ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya gempa yang lebih besar dalam waktu dekat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada meskipun potensi gempa maksimal belum tentu terjadi.

Pemantauan Intensif Gempa Susulan

Setelah gempa utama terjadi, BMKG langsung melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah NTT. Dalam periode pemantauan awal selama sekitar dua jam, lembaga tersebut telah mencatat sebanyak 37 gempa susulan dengan berbagai magnitudo. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik masih berlangsung cukup intensif pasca-gempa utama.

"Kita terus memonitor aktivitas gempa susulan. Tadi dengan data dua jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan, dan ini masih data yang awal sekali," kata Wijayanto.

Dengan kekuatan gempa utama mencapai M7,7, aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan. Namun, kekuatan gempa susulan umumnya akan berangsur-angsur meluruh seiring waktu. Masyarakat tidak perlu terus berada dalam kondisi khawatir berlebihan.

"Namun tentunya bukan berarti kita berminggu-minggu harus khawatir. Kita tetap harus waspada karena biasanya gempa susulan ini akan terus meluruh," ujarnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa NTT

Apa itu Flores Back Arc Thrust? Flores Back Arc Thrust adalah sistem sesar naik busur belakang yang membentang di bawah permukaan laut dari utara Pulau Flores hingga Laut Utara Lombok, menjadi pemicu utama gempa di wilayah NTT.

Berapa magnitudo maksimum yang berpotensi terjadi? Zona back arc thrust Flores memiliki potensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8 berdasarkan analisis BMKG.

Berapa lama aktivitas gempa susulan berlangsung? Aktivitas gempa susulan pasca-gempa M7,7 dapat berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu, namun kekuatannya akan semakin meluruh seiring waktu.

Apakah tsunami akan terjadi lagi? Gempa M7,7 telah memicu tsunami awal. Potensi tsunami lanjutan lebih kecil seiring pelepasan energi tektonik, namun masyarakat tetap disarankan untuk waspada.

Related Reading