Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Segera Bangun Giant Sea Wall di Pantura: Jangan Tunggu Bencana

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Prabowo Segera Bangun Giant Sea Wall di Pantura: Jangan Tunggu Bencana

Kabarberita911.com – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas terkait pembangunan infrastruktur pesisir nasional. Dalam pidato resminya, Prabowo Segera Bangun Giant Sea Wall sebagai solusi jangka panjang untuk menghadapi ancaman abrasi di sepanjang pantai utara Jawa. Proyek strategis ini dirancang untuk melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna DPR RI saat penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Acara penting ini berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran para legislator dan pejabat negara menunjukkan tingkat urgensi yang tinggi terhadap proyek ini.

Model Pembangunan Berbasis Pengalaman Internasional

Prabowo mengemukakan bahwa Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara-negara maju dalam membangun pertahanan pesisir. Ia menyebutkan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen keuangan yang akan mendanai proyek-proyek strategis nasional, termasuk Giant Sea Wall.

"Giant Sea Wall, tanggul-tanggul besar untuk mengamankan pantai utara pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," tegas Presiden.

Negara Belanda menjadi contoh utama yang diteladani. Dengan sistem tanggul canggih, Belanda berhasil melindungi jutaan warganya dari ancaman banjir laut. Infrastruktur serupa akan dibangun di Indonesia dengan menyesuaikan kondisi geografis lokal.

Target Waktu dan Skala Pembangunan

Pembangunan Giant Sea Wall diproyeksikan memakan waktu 15 hingga 20 tahun. Proyek raksasa ini akan dibagi menjadi 15 segmen yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Setiap segmen akan dibangun secara bertahap sesuai dengan prioritas daerah yang paling rentan.

Prabowo mengakui bahwa proyek ini mungkin tidak akan selesai pada masa jabatannya. Namun, ia berkomitmen penuh untuk memulai pembangunan pada masa pemerintahannya sebagai Presiden ke-8.

"Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi, saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," ujarnya dengan yakin.

Manfaat Ganda dan Inovasi Teknologi

Giant Sea Wall tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai. Infrastruktur ini juga akan menjadi sumber air bersih melalui sistem desalinasi dan menciptakan jalur ekonomi baru di sepanjang pesisir. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan rekayasa teknik anak bangsa.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berperan penting dalam menyediakan teknologi mutakhir untuk proyek ini. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta akan memastikan keberhasilan implementasi.

Frequently Asked Questions

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Giant Sea Wall? Biaya proyek ini akan dibiayai melalui Danantara Development Management Fund (DDMF) dengan alokasi anggaran yang disesuaikan setiap tahunnya.

Apakah pembangunan akan mengganggu aktivitas nelayan? Pembangunan akan dilakukan secara bertahap sehingga minimalkan gangguan terhadap aktivitas perikanan. Beberapa area akan ditutup sementara selama konstruksi.

Bagaimana cara masyarakat berpartisipasi dalam proyek ini? Masyarakat dapat terlibat melalui program pelatihan keterampilan dan prioritas relokasi yang adil bagi warga yang terdampak pembangunan.

Apakah ada rencana ekspansi ke pulau lain? Ya, setelah fase pertama di Jawa selesai, pembangunan akan dievaluasi untuk ekspansi ke Sumatera dan Kalimantan.

Related Reading