Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama AS hingga Prancis di Tiga Pulau

Published Agustus 31, 2026 · Updated Agustus 31, 2026 · By Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Latihan Gabungan Super Garuda Shield V 2026: 4.743 Personel dari 21 Negara Beraksi di Tiga Pulau Nusantara

Kabarberita911.com – Sebuah operasi militer multinasional berskala besar kembali menyita perhatian di kawasan Asia-Pasifik. Mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026, Tentara Nasional Indonesia membuka babak kelima Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS V) yang melibatkan ribuan prajurit dari berbagai benua. Kegiatan ini tersebar di tiga pulau utama—Jawa, Sumatra, dan Kalimantan—dengan titik-titik pelaksanaan di Bandung, Jakarta, Lampung, Baturaja (Sumatera Selatan), serta Nunukan (Kalimantan Utara). Penutupan resmi dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 11 September 2026.

Pembukaan latihan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di markas Sekolah Staf dan Kepemimpinan TNI (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/8). Kehadiran panglima di lokasi pembukaan menegaskan komitmen institusi tertinggi militer Indonesia terhadap kesiapsiagaan dan kerja sama pertahanan regional.

Skala dan Cakupan Materi

Total personel yang terlibat dalam SGS V 2026 mencapai 4.743 orang dari 21 negara, dengan 12 materi latihan yang dilaksanakan secara terintegrasi. Angka ini menempatkan SGS sebagai salah satu latihan gabungan terbesar yang pernah digelar di wilayah Indonesia, melampaui skala latihan bilateral biasa dan mendekati dimensi operasi koalisi.

"Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan," kata Agus di Bandung, Senin ini.

Secara historis, SGS merupakan kelanjutan dari tradisi latihan gabungan Indonesia yang telah berlangsung puluhan tahun, termasuk kerja sama dengan Amerika Serikat melalui program Garuda Shield. Transformasi menjadi "Super" Garuda Shield menandai perluasan cakupan dari latihan bilateral menjadi forum multilateral yang melibatkan mitra-mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Daftar Negara Peserta

Kedua puluh satu negara yang ambil bagian—termasuk Indonesia sebagai tuan rumah—mencerminkan spektrum kemitraan pertahanan yang luas. Negara-negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brazil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Kehadiran negara-negara dari Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Oseania menjadikan SGS V 2026 sebagai salah satu forum pertahanan paling inklusif di kawasan.

Fokus pada Kemampuan Siber

Salah satu pengembangan paling signifikan dalam SGS 2026 adalah penekanan pada materi kemampuan siber. Agus menjelaskan bahwa satuan siber TNI baru terbentuk sekitar tiga tahun terakhir, sehingga latihan bersama menjadi sarana penting untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara mitra yang telah lebih lama mengembangkan kapabilitas serupa.

"Misalnya kita di TNI, baru tiga tahun kita punya satuan siber dan kita di sini latihan dari posko siber dari negara-negara lain juga dan latihan-latihan lainnya," ujarnya.

Penekanan pada dimensi siber ini sejalan dengan tren global pertahanan modern, di mana medan pertempuran telah meluas ke ruang digital. Bagi TNI yang masih dalam fase pembangunan satuan siber, akses terhadap praktik terbaik dari mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia melalui SGS menjadi percepatan yang bernilai strategis.

Komponen Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana

Di luar dimensi tempur, SGS 2026 juga memperkuat materi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR). Tahun ini, komponen HADR secara khusus dilaksanakan di Kalimantan Utara, wilayah yang kerap menghadapi ancaman banjir, longsor, dan gempa bumi.

"Jadi ada materi HADR, yaitu tentang bencana alam. Tahun ini kita tambahkan materi bencana alam di Kalimantan Utara untuk dilaksanakan," kata Agus.

Pendekatan ini menegaskan bahwa latihan gabungan tidak semata-mata berorientasi pada pertempuran, melainkan juga pada kapasitas respons terhadap krisis non-militer. Bagi masyarakat di Kalimantan Utara dan wilayah rawan bencana lainnya, kehadiran personel multinasional dalam skenario HADR sekaligus menjadi bentuk pertukaran pengetahuan teknis yang dapat diterapkan dalam operasi tanggap darurat lokal.

Materi Operasi dan Tujuan Strategis

Di samping komponen siber dan HADR, rangkaian SGS V 2026 mencakup materi operasi udara, operasi lintas udara, pertempuran darat, serta evakuasi medis. Kombinasi ini dirancang untuk menguji dan meningkatkan interoperabilitas antar-angkatan serta antar-negara dalam skenario operasi gabungan yang kompleks.

"Tujuan latihan adalah yang pertama untuk diplomasi, kemudian untuk bekerja sama dengan tukar kemampuan," kata jenderal bintang empat itu.

Siaran resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan latihan bertujuan meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, kemampuan operasi gabungan, serta memperkuat kerja sama TNI-USINDOPACOM dan negara-negara sahabat atau mitra. USINDOPACOM (United States Indo-Pacific Command) sebagai mitra utama dalam kerangka SGS menjadikan latihan ini juga instrumen diplomasi pertahanan yang mempererat hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Dengan skala personel, jumlah negara, dan keragaman materi yang ditawarkan, SGS V 2026 bukan sekadar agenda latihan rutin tahunan. Ia merupakan pernyataan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah forum pertahanan multilateral, sekaligus wahana bagi TNI untuk mengasah kapabilitas di bidang-bidang yang masih dalam tahap pengembangan—mulai dari operasi siber hingga respons bencana—di bawah pengawasan dan pertukaran langsung dengan mitra-mitra berpengalaman.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama?

TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama matter?

TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.