Solving Problems: Pratikno Kenang Sosok Rachmat Gobel di Tahlil 7 Hari
Pratikno Kenang Sosok Rachmat Gobel di Tahlil 7 Hari
Solving Problems - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengenang sosok Rachmat Gobel dalam acara tahlil ke-7 hari wafatnya. Acara tersebut berlangsung di kediaman almarhum di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/7). Pratikno mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan mendiang, bahkan menyebut tidak hanya mereka yang bersahabat, tetapi keluarga dan keturunan mereka juga saling dekat. "Solving Problems adalah hal yang menjadi bagian dari kehidupan beliau, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi," ujarnya. Tahlil ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengenang cara beliau menyelesaikan berbagai tantangan dengan kebijaksanaan dan integritas.
Kegiatan Peringatan dan Penghargaan untuk Jejaring Sosial
Kegiatan tahlil dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta tokoh penting di tingkat nasional. Pratikno menyampaikan bahwa almarhum memiliki peran penting dalam menjaga jejaring sosial yang kuat. "Beliau selalu berusaha memperkuat hubungan antar-kelompok dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak," imbuhnya. Acara ini juga diisi dengan pembacaan doa, penghormatan, serta pengingat akan kebaikan almarhum yang terus berdampak pada masyarakat. "Mungkin kehilangan beliau membuat kami semua merasa lebih sadar akan pentingnya solving problems dalam setiap aspek kehidupan," tambah Pratikno.
Peran Gobel sebagai Menteri Perdagangan
Rachmat Gobel pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan selama periode 2014 hingga 2015. Pada masa tersebut, ia menghadapi berbagai tantangan serius, seperti kenaikan harga minyak, beras, dan cabai. "Beliau sangat berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yang mengganggu rakyat," kata Pratikno. Gobel juga dikenal konsisten dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat. "Solving problems bukan sekadar tugas pekerjaan, tetapi juga keinginan beliau untuk memperbaiki kualitas hidup rakyat," lanjutnya. Selama jabatannya, ia mendorong kebijakan yang lebih berorientasi pada solusi praktis dan keadilan.
"Kami bertemu dengan almarhum pada 20 Mei lalu di Gedung DPR. Kami berfoto bersama, lalu berdiskusi tentang cucu-cucu kami yang saling akrab," tutur Pratikno.
Dalam peran sebagai Menteri Perdagangan, Gobel juga berupaya meningkatkan daya saing produk lokal. "Beliau mengatasi masalah pengurangan impor dengan strategi yang penuh pertimbangan," tambah Pratikno. Perannya dalam menghadapi krisis ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat membuatnya menjadi tokoh yang dihormati. "Kami bersyukur masih bisa mengingat beliau dan cara beliau menghadapi solving problems dengan semangat yang tinggi," ujarnya.
Jejak Karier dan Konsistensi dalam Pelayanan
Rachmat Gobel memiliki latar belakang yang unik sebagai pengusaha dan politisi. Dulu, ia pernah menjabat Komisaris Utama di beberapa perusahaan PT Panasonic. Selain itu, Gobel juga aktif dalam dunia politik dengan perannya sebagai anggota DPR dan Menteri Perdagangan. "Beliau memiliki kemampuan unik untuk menggabungkan pengalaman bisnis dengan kebijaksanaan politik," jelas Pratikno. Jejak karier Gobel mencerminkan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan yang menghadang bangsa. "Solving problems adalah bagian dari identitas beliau, baik dalam urusan bisnis maupun pemerintahan," tambahnya.
Setelah meninggalkan jabatan sebagai Menteri Perdagangan, Gobel tetap aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya. Ia juga dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. "Beliau selalu berusaha membuat keputusan yang menguntungkan bagi kepentingan umum," kata Pratikno. Jejak karier Gobel mencerminkan kepiawaian beliau dalam menghadapi tantangan, baik yang bersifat teknis maupun politik.
Kisah Kehidupan dan Warisan Kepribadian
Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan. Ia berusia 63 tahun saat wafat. Sebelum wafat, Gobel terus berupaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang belum terselesaikan. "Beliau sangat bersemangat dalam menghadapi solving problems, bahkan sampai hari terakhir hidupnya," ujar Pratikno. Kehidupan almarhum juga dikenang karena semangatnya dalam menyebarluaskan nilai-nilai agama dan keadilan. "Kami merasa kehilangan tokoh yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter masyarakat," tambahnya.
Pemakaman almarhum dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari yang sama dengan wafatnya, sekitar pukul 14.30 WIB. Upacara dimakamkan dengan protokol militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau bagi bangsa dan negara. Pratikno menyampaikan bahwa Gobel meninggalkan warisan kepribadian yang menginspirasi. "Beliau adalah contoh nyata bagaimana solving problems bisa dilakukan dengan integritas dan kejujuran," tuturnya. Warisan tersebut diharapkan tetap hidup dalam masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.