Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam Air Laut Usai Gempa NTT

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Gempa M 7,7 di NTT Picu Tsunami Kecil di Selayar

Kabarberita911.com – Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan mengalami genangan air laut pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Fenomena ini terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Beberapa permukiman di pulau terluar Kabupaten Kepulauan Selayar terendam akibat gelombang laut yang masuk ke daratan.

Respons BPBD dan Kondisi Warga

Ahmad Aliefyanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Selayar, mengonfirmasi adanya laporan dari camat mengenai fenomena ini. "Iya, ada laporan camat, ada tsunami kecil di Selayar. Ada beberapa desa yang airnya masuk sampai ke perkampungan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Wilayah Marege juga merasakan dampak serupa. Meskipun air laut sempat masuk ke kawasan pemukiman, situasi dinilai masih relatif aman bagi sebagian besar penduduk. "Mayoritas di Pulau Jampea karena langsung berbatasan dengan laut. Mereka merasakan itu, tapi masih relatif aman untuk kita di Selayar," jelas Alief.

BPBD Selayar segera melakukan koordinasi dengan para camat untuk memastikan kondisi masyarakat. Tim juga mengecek kemungkinan adanya korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa. "Dari laporan awal yang diterima BPBD, hampir seluruh wilayah melaporkan tidak adanya korban jiwa maupun kerusakan material yang berarti," jelasnya.

Evakuasi Warga Takabonerate

Warga yang berada di Pulau Takabonerate sempat mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Hal ini terjadi saat air laut tiba-tiba surut setelah gempa terjadi. "Getarannya yang terasa itu hanya satu kali. Tapi karena masyarakat kita, khususnya yang pernah mengalami trauma, sehingga panik semua, lari naik ke gunung," jelasnya.

Data Teknis Gempa dari BMKG

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG telah dinyatakan berakhir. Gempa utama berkekuatan M 7,7 itu terjadi pada pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami. Oleh karena itu, peringatan dini tsunami pun sempat diumumkan kepada warga berpotensi terdampak.

Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG, menjelaskan bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.

"BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak," kata Nelly dalam konferensi pers di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu siang.

Pencatatan Gelombang Tsunami di 10 Titik

Stasiun Pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di sepuluh titik pesisir. Rinciannya adalah Sikka dengan Ketinggian 0,20 meter (pukul 05.03 WIB); Pelabuhan Kewapante-Sikka dengan Ketinggian 0,38 meter (pukul 05.16 WIB); Flores Timur dengan Ketinggian 0,25 meter (pukul 05.24 WIB); Labuan Bajo dengan Ketinggian 0,36 meter (pukul 05.26 WIB); dan Maurole-Ende dengan Ketinggian 0,94 meter (pukul 05.27 WIB).

Kemudian Dompu dengan Ketinggian 0,17 meter (pukul 05.29 WIB); Bakalang-Alor dengan Ketinggian 0,14 meter (pukul 05.41 WIB); Baubau dengan Ketinggian 0,30 meter (pukul 05.47 WIB); Bulukumba dengan Ketinggian 0,54 meter (pukul 05.58 WIB); dan Kolaka dengan Ketinggian 0,23 meter (pukul 06.27 WIB).

Aftershock dan Korban Jiwa

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mendeteksi sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M3,6 hingga M6,2.

Dalam keterangan yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP. Panjaitan, menyampaikan bahwa prioritas utama BNPB saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah adanya korban tambahan dari bahaya pascagempa. "Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa," ujar Berton.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam?

Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam matter?

Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.