Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Michael Lopez - kabarberita911.com

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Diperluas pada Hari Keempat

Kabarberita911.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat perjalanan liputan menuju Gunung Anak Krakatau terus diperbesar di perairan Selat Sunda. Memasuki hari keempat, tim SAR gabungan membagi wilayah operasi ke dalam empat sektor utama serta satu sektor khusus, dengan cakupan pencarian sekitar 3.243 nautical mile (NM).

Delapan orang yang belum ditemukan terdiri atas lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin (7/9), sekitar pukul 14.00 WIB, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Area Operasi Dibagi ke Lima Sektor

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa penyesuaian cakupan pencarian dilakukan setelah evaluasi operasi pada hari-hari sebelumnya dan pemantauan kondisi di lokasi. Sektor khusus turut disiapkan di area yang dipandang membutuhkan perhatian lebih.

“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Pembagian sektor dimaksudkan agar unsur laut, udara, serta pendukung di darat dapat bergerak lebih terkoordinasi. Luasnya perairan Selat Sunda membuat pengaturan area pencarian menjadi bagian penting dalam operasi, terutama ketika tim harus menyesuaikan pergerakan dengan arah angin, arus, dan kondisi gelombang.

Sejumlah kapal dan peralatan dikerahkan untuk memperkuat operasi. Armada yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, dan TB Gunung Santri.

Tim pencari juga mengoperasikan dua drone thermal. Perangkat ini digunakan untuk membantu mendeteksi panas tubuh pada area yang dapat dijangkau pemantauan udara. Selain kekuatan laut dan drone, sarana darat serta perlengkapan pendukung lain ikut disiagakan selama pencarian berlangsung.

Cuaca dan Gelombang Dipantau Terus-Menerus

Pada hari keempat operasi, cuaca di sekitar lokasi pencarian diperkirakan cerah hingga berawan. Angin berembus dari tenggara sampai selatan dengan kecepatan 10-20 knot. Ketinggian gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 meter hingga 2,5 meter.

Kondisi tersebut menjadi faktor yang diperhitungkan dalam penentuan rute dan pergerakan personel. Pemantauan cuaca dilakukan berkala agar pencarian dapat berjalan maksimal tanpa mengabaikan keselamatan petugas yang berada di lapangan.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” katanya.

Operasi ini melibatkan banyak unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga psikologi. Tagana, Baznas, Rumah Zakat, kelompok masyarakat, dan relawan juga turut menjadi bagian dari dukungan pencarian. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperluas jangkauan kerja sekaligus menyediakan bantuan bagi keluarga dan personel yang bertugas.

Kontak Terakhir pada Sore Hari

Rombongan tersebut sempat mengirimkan titik lokasi kepada seorang rekan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian tidak lagi tersambung pada sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, pencarian dilakukan untuk menelusuri keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya.

Kapten kapal dalam rombongan itu adalah Warta (55), didampingi Surakman (60) sebagai anak buah kapal atau ABK. Heriyanto (49) bertugas sebagai pemandu. Lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan tersebut ialah M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Perjalanan mereka dilakukan dalam rangka peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kawasan tersebut berada di Selat Sunda, perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Dalam operasi pencarian di laut, informasi mengenai lokasi terakhir, waktu komunikasi, cuaca, dan unsur yang tersedia menjadi bagian dari evaluasi yang terus diperbarui dari hari ke hari.

Doa Bersama untuk Jurnalis dan Kru Kapal

Di Jakarta, Pewarta Foto Indonesia Jakarta atau PFIJ dijadwalkan mengadakan doa bersama bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dicari. Kegiatan itu direncanakan berlangsung selepas magrib pada Jumat (11/9) di salah satu titik di kawasan Bundaran HI, lokasi yang dikenal sebagai tempat berkumpul wartawan foto di ibu kota.

Al Amrad menyatakan penambahan kekuatan dan perluasan area diharapkan membantu tim mendapatkan petunjuk baru. Evaluasi lapangan akan tetap dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam operasi pencarian.

“Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang. Operasi masih terus berlangsung dan setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” ujar Al Amrad.

Hingga hari keempat, fokus operasi tetap tertuju pada pencarian delapan anggota rombongan yang hilang kontak di Selat Sunda. Seluruh unsur yang terlibat melanjutkan penyisiran di sektor-sektor yang telah ditetapkan sambil menyesuaikan langkah dengan perkembangan kondisi perairan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat?

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat matter?

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.