Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nestapa Keluarga Korban KM Virgo 8: Menanti Kabar dari Seberang Laut

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Mary Thomas - kabarberita911.com

Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com

Keluarga Agus Ribut Setyabudi Menunggu Kabar dari Laut Jawa

Kabarberita911.com – Kecemasan menyelimuti ruang tunggu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (14/9) malam. Di antara keluarga yang menanti informasi, Jiono duduk bersandar sambil berkali-kali memperhatikan telepon genggamnya. Pria asal Sonotengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, itu berharap ada kabar tentang adiknya, Agus Ribut Setyabudi.

Agus merupakan salah satu penumpang yang terdampak insiden terbaliknya Kapal Motor Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Bagi Jiono, setiap informasi dari proses pencarian dan evakuasi menjadi sangat berarti karena nasib sang adik belum dipastikan.

Harapan di Tengah Prosedur Identifikasi

Jiono dan keluarganya telah menjalani pemeriksaan di posko Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk pengambilan sampel DNA forensik oleh kepolisian. Prosedur itu disiapkan untuk membantu proses identifikasi apabila terjadi keadaan yang tidak diharapkan.

Meski memahami tujuan pemeriksaan tersebut, Jiono belum ingin memikirkan kemungkinan paling buruk. Ia tetap berharap Agus ditemukan dalam kondisi selamat.

"Tadi dimintai untuk tes DNA forensik. Itu bila mana ada hal yang tidak diinginkan, cuma yang kita inginkan semoga adik kita ini kan selamat," kata Jiono.

Penantian keluarga kini tertuju pada kapal-kapal yang membawa hasil evakuasi menuju daratan. Informasi terakhir yang diterima Jiono menyebut KRI Pulofani dan KRI Nala direncanakan sandar di Banjarmasin pada malam itu.

"Belum, belum ada kabar terbaru. Ini kita masih nunggu kapal yang evakuasi, KRI Pulofani dan KRI Nala yang rencana sandar di Banjarmasin malam ini," ucapnya.

Pengemudi Truk yang Terbiasa Menyeberang Pulau

Agus bekerja sebagai sopir truk ekspedisi. Perjalanan jauh dan penyeberangan antarpulau bukan pengalaman baru baginya. Jiono mengenal adiknya sebagai pekerja yang telah berkali-kali menempuh rute lintas daerah, termasuk ke Bontang, Makassar, Dompu, hingga Medan di Sumatera Utara.

Dalam pekerjaannya, perjalanan dapat berlangsung berhari-hari. Ada rute yang membuat Agus harus berada di perjalanan sampai sekitar 15 hari. Namun, pelayaran menggunakan KM Virgo Transport 8 disebut Jiono sebagai pengalaman pertama bagi adiknya.

"Sudah biasa lintas pulau, biasanya ke Bontang, Mas. Naik kapal ke Balikpapan. Kita turun satu minggu sekali, kok. Ini baru kali ini naik kapal [KM Virgo 8] ini. Baru kali ini. Iya, setahu saya baru kali ini. Ini kan kapal baru, baru berapa bulan beroperasi ini," ungkap Jiono mengenang pekerjaan adiknya.

Kebiasaan Agus melakukan perjalanan lintas pulau menjadi alasan keluarga semula tidak terlalu membayangkan adanya risiko besar dalam keberangkatannya. Karena itu, kabar mengenai insiden kapal tersebut menjadi pukulan berat bagi mereka.

Keterbatasan Biaya untuk Berangkat ke Banjarmasin

Selain menunggu kepastian kondisi Agus, keluarga juga berupaya mencari jalan agar dapat menuju Banjarmasin. Jiono ingin mendatangi lokasi kedatangan para korban secara langsung, tetapi kebutuhan biaya perjalanan menjadi kendala utama.

Komunikasi dengan perusahaan tempat Agus bekerja, perusahaan ekspedisi ADR, disebut berjalan baik. Pimpinan perusahaan bahkan telah bertemu dengan Jiono dan mengajaknya makan siang. Sementara itu, keluarga masih menunggu tindak lanjut dari PT Virgo Karya Shipping sebagai pemilik sekaligus operator KM Virgo Transport 8.

Melalui komunikasi telepon dengan karyawan perusahaan operator, keluarga telah meminta bantuan fasilitas perjalanan ke Banjarmasin. Namun hingga saat itu, jawaban yang diterima masih berupa upaya yang akan diusahakan.

"Kami minta difasilitasi ke Banjarmasin, tapi belum belum ada kabar sampai sekarang. Dia (operator) tadi cuma bilangnya mau diusahakan," ucapnya.

Jiono menyampaikan bahwa ia ingin berangkat sendiri untuk mencari informasi mengenai adiknya. Namun kondisi ekonomi keluarga membuat keberangkatan sejumlah anggota keluarga sekaligus sulit dilakukan. Biaya perjalanan yang besar menjadi beban tambahan di tengah situasi yang sudah menekan.

"Iya, kita mau berangkat, saya sendiri mau berangkat ke sana. Satu orang. Mboten mboten memungkinkan untuk biayanya, Mas. Kita terkendala untuk biaya. Kalau semua berangkat ke sana kan berapa juta kita. Sedangkan kita kerjanya cuma sopir," ujar Jiono menambahkan.

129 Orang Masih Dalam Pencarian

KM Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal itu berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Di dalam kapal terdapat 243 orang, yang mencakup penumpang, awak kapal, dan kru. Kapal tersebut juga membawa 89 kendaraan. Hingga informasi terakhir, 108 orang telah dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan enam orang ditemukan meninggal dunia.

Masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan berada dalam proses pencarian. Angka tersebut membuat keluarga seperti Jiono terus menunggu pembaruan dari operasi evakuasi, sembari mempertahankan harapan bahwa anggota keluarga mereka dapat segera ditemukan.

Bagi Jiono, penantian di Tanjung Perak bukan hanya tentang memperoleh daftar nama atau kabar kedatangan kapal. Ia menunggu kepastian tentang adik yang selama ini mencari nafkah sebagai pengemudi truk, terbiasa menjalani perjalanan panjang, dan kini berada di tengah musibah di lautan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Nestapa Keluarga Korban KM Virgo 8?

Nestapa Keluarga Korban KM Virgo 8 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nestapa Keluarga Korban KM Virgo 8 matter?

Nestapa Keluarga Korban KM Virgo 8 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.