Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Bandara Kertajati Bakal Disulap Jadi Pusat Bengkel Hercules se-Asia

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Anthony Martinez

Bandara Kertajati Jadi Pusat Bengkel Hercules se-Asia

Main Agenda menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian serius dalam rencana pemerintah untuk mengubah Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, menjadi pusat pemeliharaan pesawat Hercules/C-130 di seluruh Asia. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan gagasan ini saat rapat dengan Komisi I DPR RI pada Selasa (19/5). Rencana ini merupakan bagian dari Main Agenda yang bertujuan meningkatkan kemandirian industri pertahanan dan memperkuat kapasitas keuangan nasional.

Upaya Kolaborasi dengan AS

Sebelumnya, Sjafrie menyoroti kunjungan tahun lalu ke Amerika Serikat, di mana Menteri Pertahanan AS mengusulkan untuk mengumpulkan seluruh aktivitas perawatan pesawat Hercules di Asia ke Indonesia. Ide ini disambut positif karena dianggap sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang lebih kuat. "Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN, dia menawarkan bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami," ujar Sjafrie dalam rapat.

Menurut Sjafrie, proposal tersebut akan menjadi landasan utama dalam Main Agenda untuk meningkatkan kemampuan penerbangan strategis dan membangun ketergantungan yang lebih rendah pada negara lain. Dengan menyatukan semua fasilitas pemeliharaan, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat utama untuk layanan maintenance Hercules di Asia, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas layanan.

Ketersediaan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah

Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa Bandara Kertajati dipilih karena memiliki lahan yang luas serta fasilitas penerbangan yang memadai. "Yang disampaikan Bapak Menhan di rapat dengan Komisi I DPR RI pada prinsipnya adalah adanya penjajakan pengembangan kapasitas MRO pesawat Hercules/C-130 di Indonesia, dengan Kertajati menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan karena memiliki lahan luas dan fasilitas penerbangan yang memadai," tambah Rico.

Dalam Main Agenda ini, pemerintah juga siap menambahkan fasilitas MRO yang melibatkan pihak swasta atau asing, seperti Lockheed Martin. Dudy Purwagandhi, Menhub, memastikan bahwa lahan Bandara Kertajati cukup untuk membangun infrastruktur yang diperlukan. "Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," ujar Menhub usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5).

Pengembangan Kertajati sebagai pusat MRO telah diinisiasi sejak tahun lalu. Proyek ini tidak hanya fokus pada Hercules, tetapi juga mencakup berbagai jenis armada pesawat. Saat ini, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sedang merencanakan fasilitas untuk helikopter, yang menjadi bagian dari Main Agenda untuk mengembangkan industri aviasi secara komprehensif.

Main Agenda ini juga bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi daerah sekitar Bandara Kertajati. Dengan adanya pusat pemeliharaan, kawasan ini berpotensi menjadi zona industri yang menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah. "Kalau nggak salah tahun kemarin sudah mulai digagas, di antaranya dari PT GMF akan membangun pusat MRO untuk helikopter," ujar Dudy.

Menhub menegaskan bahwa kerja sama dengan Lockheed Martin akan menjadi bagian dari Main Agenda. "Oh ya, ya, sama seperti fasilitas yang lain mungkin ya untuk MRO. Lahannya cukup," tambahnya. Dengan pendekatan kolaboratif, pemerintah berharap bisa mempercepat proses pengembangan infrastruktur dan memastikan kualitas pemeliharaan pesawat Hercules sesuai standar internasional.