Kepanikan Gempa NTT: Tiang Listrik Tumbang, Lantai Rumah Terbelah
Guncangan M 7 di NTT: Warga Marapokot Berhamburan Menjauhi Pesisir
Kepanikan Saat Rumah Terbelah dan Tiang Listrik Runtuh
Kabarberita911.com – Samsul Bahri, seorang buruh galangan kapal berusia 43 tahun yang tinggal di Marapokot, Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menceritakan momen genting ketika gempa berkekuatan magnitudo 7 melanda wilayahnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pria tersebut mengungkapkan bahwa getaran dahsyat terjadi tepat sebelum pukul enam pagi waktu WITA.
Menurut kesaksiannya, Samsul baru saja terbangun dari tidurnya karena bunyi alarm ponselnya. Setelah mematikan alarm tersebut, ia kembali berbaring sejenak. Namun, tidak lama kemudian tanah mulai berguncang keras. "Lantai rumah saya terasa terbelah saat itu," ungkapnya. Ia sempat melihat retakan pada lantai namun tidak sempat memeriksa lebih lanjut karena langsung berlari menyelamatkan diri.
Saya memang tadi sempat bangun karena alarm dari HP, lalu saya kasih mati alarm, saya baring-baring dulu, tidak lama sudah goyang kencang. Rumah ada terbelah di lantai tadi, saya hanya lihat lantai sudah mulai terbelah, saya tidak lihat lagi, langsung saya lari.
Dalam perjalanan menuju tempat evakuasi, ia mengamati kerusakan yang cukup parah di sepanjang jalan. Sejumlah tiang listrik terlihat roboh di tepi jalan. Selain itu, beberapa dinding rumah warga juga mengalami keruntuhan. "Di jalan ada beberapa tiang listrik tumbang, kami lihat rumah-rumah juga beberapa roboh temboknya," katanya.
Sementara itu, warga sekitar tempat tinggal Samsul segera meninggalkan kawasan pesisir dengan menggunakan kendaraan mereka masing-masing. "Waktu kita lari, masyarakat di sekitar pantai sudah lari, terhambur semua naik di kendaraan masing-masing menuju dataran tinggi," jelas pria tersebut.
Sebagai pendatang di Nagekeo, Samsul mengaku belum sepenuhnya memahami lokasi pengungsian yang tepat. Ia hanya mengikuti arahan warga setempat untuk menjauhi garis pantai. "Kami lagi mengungsi semua ini, lari dari pinggir pantai ke arah gunung. Sekarang saya juga tidak tahu di mana, saya pendatang, ini kami ngungsi depan BRI. Tapi orang asli sini cuma bilang, 'Aman, sudah jauh dari pantai'. Yang penting sudah jauh dari pesisir dulu," pungkasnya.
Hingga saat ini, Samsul belum mengetahui secara pasti kondisi rumahnya setelah meninggalkan lokasi. Ia dan warga lainnya memilih untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu sebelum memeriksa kerusakan properti mereka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kepanikan Gempa NTT?Kepanikan Gempa NTT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kepanikan Gempa NTT matter?Kepanikan Gempa NTT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.