Ikut Cibir Pasien BPJS, Dokter Puskesmas Pakisaji Malang Dinonaktifkan
Dokter Puskesmas Pakisaji Malang Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di Media Sosial
Kabarberita911.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah resmi menonaktifkan seorang dokter fungsional yang bertugas di Puskesmas Pakisaji. Langkah tegas ini diambil setelah oknum tenaga kesehatan tersebut diketahui memberikan komentar nirempati kepada pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan melalui media sosial.
Dokter yang dinonaktifkan tersebut adalah Herdiana Ayu Saputri, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Izzah EL Maila, mengonfirmasi bahwa dr Herdiana telah dihentikan sementara dari pelayanan kesehatan.
"Yang bersangkutan sudah kami nonaktifkan untuk memberikan pelayanan kesehatan," tegas drg Izzah EL Maila saat dikonfirmasi pada Kamis (6/8).
Menurut drg Izzah, penonaktifan ini bertujuan untuk mempermudah proses investigasi terkait dugaan pelanggaran disiplin. Pihaknya telah memanggil dr Herdiana untuk dimintai keterangan dan membuat berita acara. Dokter tersebut telah membenarkan bahwa akun media sosial tempat ia berkomentar adalah miliknya.
"Yang bersangkutan sudah kita panggil, untuk dilakukan pemeriksaan dan berita acara. Yang bersangkutan membenarkan bahwa itu merupakan akun media sosial miliknya," jelas drg Izzah.
Drg Izzah menambahkan bahwa dr Herdiana masih berstatus ASN yang bertugas sebagai dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji. Hingga saat ini, belum ada sanksi final yang dijatuhkan karena pemeriksaan internal masih berlangsung.
"Nanti hasilnya apa, apakah ada sanksi dan sebagainya menunggu hasil pemeriksaan," pungkasnya.
Awal Mula Kasus Viral
Kasus ini bermula dari unggahan utas di platform Threads oleh Yurizal Tri Chaerawan pada 23 Juli 2026. Dalam utasnya, Yurizal mengungkapkan kekecewaannya karena telah menunggu delapan jam tanpa mendapat ruangan di rumah sakit, padahal ia menggunakan BPJS.
"8 jam belum dapat ruangan. Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal di akun Threads @yurizaltrich.
Utas tersebut kemudian menuai berbagai komentar, termasuk dari para tenaga kesehatan yang dinilai nirempati. Salah satu komentar dari dr Herdiana Ayu Saputri yang viral adalah:
"yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah dulu zal, nanti cepet kau dapat kamar. Lengkap dengan ventilator dan monitornya bunyi 'tit tit...tit..titt..'. Dingin bgt kamarnya zal, bs pake bpjs," tulis Herdiana.
Ironisnya, sembilan hari setelah unggahan tersebut, tepatnya pada 31 Juli 2026, Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia. Komentar-komentar nirempati dari dokter dan tenaga kesehatan di Threads kemudian viral dan mendapat kecaman luas dari warganet.
Respons DPRD dan Pemerintah Daerah
Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Komisi 4 DPRD Kabupaten Malang. Ketua Komisi 4, Zulham Akhmad Mubarok, mengecam keras dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan dr Herdiana.
"Ini sebuah tamparan bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Malang, yang seharusnya mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat. Kasus ini juga menjadi atensi Bapak Bupati Malang," ujar Zulham.
Zulham yang merupakan anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang juga mengapresiasi langkah tegas Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Ia menyebutkan bahwa surat dan berita acara penonaktifan telah dikeluarkan pada pagi hari.
"Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan, surat dan berita acaranya dikeluarkan pagi tadi. Dan sekarang dalam proses pemeriksaan internal," tegas Zulham.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan internal masih berlangsung untuk menentukan sanksi final bagi dr Herdiana Ayu Saputri atas tindakannya yang dinilai menghina almarhum Yurizal Tri Chaerawan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ikut Cibir Pasien BPJS Dokter Puskesmas?Ikut Cibir Pasien BPJS Dokter Puskesmas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ikut Cibir Pasien BPJS Dokter Puskesmas matter?Ikut Cibir Pasien BPJS Dokter Puskesmas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.