Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa di Simalungun Sumut Terasa hingga Malaysia

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Sarah Moore - kabarberita911.com

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com

Gempa di Simalungun Sumut Terasa hingga Malaysia: Detail Lengkap dan Dampaknya

Kabarberita911.com – Gempa di Simalungun Sumut Terasa hingga ke berbagai negara tetangga. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB ini dirasakan secara luas. Badan Meteorologi Malaysia mengonfirmasi bahwa guncangan kuat dari peristiwa ini telah mencapai wilayah Negeri Jiran, khususnya di Pantai Barat Semenanjung Malaysia.

Peristiwa gempa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat di kedua negara. Berdasarkan informasi yang dirilis dari Kuala Lumpur, getaran yang ditimbulkan oleh gempa ini cukup kuat sehingga dapat dirasakan oleh penduduk Malaysia. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat bahwa episentrum gempa terletak pada koordinat Lintang 2,97 LU dan Bujur 98,95 BT dengan kedalaman 163 kilometer.

Kedalaman dan Lokasi Episentrum Gempa

Salah satu faktor yang membuat gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami adalah kedalaman episentrumnya. BMKG mencatat bahwa pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 163 kilometer. Kedalaman ini termasuk dalam kategori gempa menengah hingga dalam, sehingga energi yang dilepaskan menyebar ke berbagai arah namun tidak cukup kuat untuk menimbulkan gelombang tsunami yang signifikan.

Malaysia juga tidak perlu khawatir akan dampak tsunami. Organisasi meteorologi tersebut secara tegas menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami di wilayah mereka. Hal ini memberikan ketenangan bagi masyarakat Malaysia yang merasakan guncangan dari gempa di Sumatra Utara.

Wilayah Terdampak dan Intensitas Guncangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara melaporkan bahwa gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Daerah-daerah yang merasakan guncangan antara lain Kota Medan, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Pakpak Bharat, serta Kabupaten Tapanuli Tengah.

Di Simalungun, Medan, dan Pakpak Bharat, guncangan terasa cukup kuat selama 30 detik. Berbeda dengan Tapanuli Tengah yang hanya merasakan guncangan kuat selama 10 detik. Intensitas guncangan yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh jarak dari episentrum dan kondisi geologi setempat.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut melaporkan perasaan mual dan goyang yang cukup signifikan. Beberapa bangunan di Simalungun dan Medan juga mengalami kerusakan ringan, meskipun belum ada laporan kerusakan struktural yang parah.

Respons dan Imbauan BNPB

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

BNPB telah mengerahkan personel untuk melakukan asesmen guna mengetahui dampak serta kemungkinan adanya korban jiwa akibat gempa ini. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari BNPB mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"BNPB mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi," ujar Berton.

Imbauan ini sangat penting mengingat Simalungun berada di zona seismik aktif. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga menghadapi potensi gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sejarah Seismik Simalungun

Kabupaten Simalungun memang dikenal sebagai wilayah yang sering mengalami gempa bumi. Terletak di dekat patahan aktif, daerah ini memiliki catatan sejarah gempa yang cukup panjang. Gempa kali ini bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut, namun magnitudo 6,4 membuatnya menjadi salah satu gempa terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli geologi mencatat bahwa aktivitas seismik di Simalungun dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik di kawasan Sumatra. Kedalaman 163 kilometer dari gempa kali ini menunjukkan bahwa sumber gempa berasal dari zona subduksi yang cukup dalam.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa di Simalungun

Berapa magnitudo gempa yang terjadi di Simalungun?

Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB memiliki magnitudo 6,4.

Di mana lokasi episentrum gempa?

Episentrum gempa terletak pada koordinat Lintang 2,97 LU dan Bujur 98,95 BT dengan kedalaman 163 kilometer.

Apakah gempa ini berpotensi memicu tsunami?

Tidak. BMKG dan Badan Meteorologi Malaysia menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di darat dengan kedalaman yang cukup signifikan.

Wilayah mana saja yang merasakan guncangan?

Wilayah yang merasakan guncangan antara lain Simalungun, Medan, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, dan hingga ke Malaysia.

Apakah ada korban jiwa akibat gempa?

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari BNPB mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berapa lama guncangan dirasakan di Simalungun?

Di Simalungun, guncangan terasa cukup kuat selama 30 detik.

Apakah masyarakat Malaysia juga merasakan gempa ini?

Ya, Badan Meteorologi Malaysia mengonfirmasi bahwa guncangan gempa telah dirasakan hingga ke wilayah Negeri Jiran, khususnya di Pantai Barat Semenanjung Malaysia.

Related Reading