Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi, 4 ABK Disiksa dalam Tong Air
Polisi Usut Dugaan Penyiksaan ABK di Kapal Penangkap Cumi
Kabarberita911.com – Empat anak buah kapal (ABK) diduga mengalami kekerasan fisik di atas kapal setelah tidak memenuhi sasaran tangkapan harian. Kasus yang menjadi perhatian publik ini tengah ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sementara kondisi fisik dan psikologis para korban menjadi fokus penanganan awal.
Peristiwa tersebut mencuat setelah rekaman dugaan penganiayaan tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang pria tampak berada di dalam tong yang berisi air. Ia diduga mendapat perlakuan kasar, mulai dari diinjak pada bagian bawah tubuh, dipukul berulang kali, hingga wajahnya disemprot air.
Rekaman yang sama juga memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian biru diduga ikut melakukan kekerasan. Pria itu terlihat memukul korban serta menarik pakaian korban dari arah belakang.
Target Tangkapan Diduga Menjadi Pemicu
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menyampaikan, penyidik mendalami dugaan bahwa kekerasan berkaitan dengan target tangkapan yang dibebankan kepada pekerja kapal. Target itu disebut mencakup cumi-cumi dan komoditas laut lainnya.
"Dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya," kata AKBP Alrasyidin, Minggu (4/10).
Kuota tangkapan yang sedang diperiksa disebut mencapai 3 kilogram. Polisi masih mengumpulkan bukti untuk memastikan bagaimana aturan target itu diterapkan, siapa yang memberi perintah, serta pihak mana saja yang diduga terlibat dalam kekerasan tersebut.
"(Target tangkapan) 3 kilo harus tercapai, kalau tidak tercapai, maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu. Tapi ini harus kita dapatkan bukti dan data yang faktual," jelasnya.
Pendalaman tersebut penting untuk membedakan antara dugaan yang muncul dari keterangan awal dan fakta yang nantinya diperkuat oleh pemeriksaan saksi, korban, maupun bukti lain. Polisi belum menyimpulkan jumlah pasti orang yang bertanggung jawab atas dugaan penyiksaan itu.
Empat Korban Teridentifikasi
Kepolisian mencatat empat ABK sebagai korban dalam perkara ini, yakni Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, dan Johan Saputra. Sebagian besar dari mereka baru bekerja di kapal tersebut sekitar dua bulan sebelum dugaan kekerasan terjadi.
Masa kerja yang relatif singkat menjadi bagian dari informasi yang akan diperhatikan dalam penyelidikan. Pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap situasi kerja di kapal, pola hubungan antara pengurus kapal dan ABK, serta apakah tindakan kekerasan itu berlangsung berulang atau hanya terjadi dalam peristiwa tertentu.
Selain memeriksa dugaan penganiayaan, aparat juga menelusuri informasi yang sempat diterima keluarga salah seorang korban. Pada awal Agustus, pengurus kapal disebut menghubungi ibu Ilham dengan penjelasan bahwa anaknya sedang sakit dan telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dobo, wilayah Kepulauan Aru.
"Anak Ibu sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru," ungkap Alrasyidin saat menjelaskan isi komunikasi yang diterima keluarga korban.
Setelah dilakukan pendalaman, keterangan itu diduga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Polisi menyebut narasi mengenai perawatan medis tersebut masih mengarah pada dugaan alibi untuk menutupi tindakan kekerasan terhadap korban.
"Dan setelah kita dalami juga, rupanya dugaan sementara informasi tersebut bahwa korban dilakukan perawatan dan lain-lain itu tidak dilakukan perawatan oleh oleh pengurus kapal," imbuhnya.
Pemeriksaan terhadap Belasan ABK
Penyidik kini memburu pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan di kapal. Terdapat sekitar 14 ABK yang berkaitan dengan kapal tersebut, tetapi keterlibatan masing-masing orang belum dapat dipastikan sebelum pemeriksaan selesai.
"Dari ABK tersebut sekitar ada 14 orang ya, ada 14 orang. Tapi tentunya bisa jadi semuanya, bisa jadi beberapa, bisa jadi hanya satu, bisa jadi hanya dua, itu tentu tentunya harus kita temukan data faktual melalui pemeriksaan," tuturnya.
Proses pemeriksaan perlu menjawab sejumlah hal penting, termasuk siapa yang berada di lokasi saat kekerasan terjadi, siapa yang diduga melakukan pemukulan, serta apakah ada pihak yang mengetahui peristiwa itu tetapi tidak melaporkannya. Rekaman video dapat menjadi salah satu petunjuk, namun penyidik tetap memerlukan keterangan langsung dan bukti pendukung lain untuk membangun perkara secara utuh.
Di saat yang sama, pemulihan korban menjadi perhatian utama. Kekerasan yang direkam dalam video tidak hanya berpotensi menimbulkan luka fisik, tetapi juga tekanan psikologis bagi orang yang mengalaminya. Pendampingan diperlukan agar para korban dapat memberikan keterangan dalam kondisi yang aman dan tidak berada di bawah tekanan.
Perlindungan Pekerja Laut Menjadi Sorotan
Kasus ini kembali menempatkan keselamatan pekerja kapal sebagai isu yang tidak bisa dipandang ringan. Target kerja tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan, intimidasi, atau perlakuan yang merendahkan martabat pekerja. Setiap dugaan tindak pidana di lingkungan kerja, termasuk di laut yang jauh dari pengawasan publik, tetap harus ditangani melalui proses hukum.
Bagi keluarga ABK, komunikasi yang akurat dari pihak kapal menjadi hal mendasar, terutama ketika anggota keluarga mengalami sakit, cedera, atau tidak dapat dihubungi. Informasi yang tidak benar dapat memperpanjang penderitaan keluarga sekaligus menghambat upaya pertolongan terhadap korban.
Polisi masih melanjutkan pencarian terhadap terduga pelaku dan pengumpulan fakta di balik peristiwa tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan siapa saja yang dimintai pertanggungjawaban serta bagaimana rangkaian dugaan kekerasan itu berlangsung di atas kapal penangkap cumi tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi 4 ABK?Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi 4 ABK is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi 4 ABK matter?Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi 4 ABK matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.