Diduga Lompat dari Lantai 6, Mahasiswa FK Brawijaya Dirawat Intensif
Mahasiswa FK UB Jalani Perawatan Intensif Usai Jatuh dari Lantai Enam Gedung Kampus
Kabarberita911.com – Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) masih menjalani perawatan intensif di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah terjatuh dari lantai enam Gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Veteran, Kota Malang, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban ditemukan dalam keadaan masih hidup dan segera dibawa ke instalasi gawat darurat RSSA Malang. Hingga Jumat (11/9), mahasiswa tersebut ditempatkan di ruang ICU sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh kepolisian.
"Sampai saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Karena masih dalam penanganan medis, kami belum bisa meminta keterangan dari korban," ucap Lukman.
Polisi Amankan Lokasi dan Lakukan Olah TKP
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Shobikin menyampaikan bahwa petugas bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai kejadian tersebut. Personel Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan area serta melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
"Setelah menerima laporan, anggota Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Lukman, Jumat (11/9).
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Kondisi medis korban menjadi perhatian utama karena ia masih dalam penanganan tim rumah sakit. Keterangan dari korban belum tersedia, sementara pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk membantu memperjelas rangkaian kejadian.
Informasi awal menyebut korban merupakan mahasiswa FK UB semester tiga. Saat insiden terjadi, ia diduga berada di sebuah ruang kelas kosong di lantai enam gedung FBiPK sebelum jatuh. Seorang mahasiswa yang tidak bersedia disebut identitasnya menyatakan bahwa peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan aksi melompat dari lantai enam.
"Iya lompat dari lantai 6," ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Korban Disebut Mahasiswa Aktif Angkatan 2025
Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan FBiPK UB, Dwi Retnoningsih, membenarkan adanya kejadian di gedung tersebut. Ia mengonfirmasi korban adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran angkatan 2025 dan jatuh setelah melewati jendela gedung.
"Benar, anak FK angkatan 2025 lompat melalui jendela, sekarang sedang ditangani oleh pihak kepolisian," tutur Dwi.
Gedung tempat kejadian merupakan bagian dari lingkungan Universitas Brawijaya di Jalan Veteran. Penanganan lokasi dilakukan oleh aparat kepolisian, sedangkan kondisi kesehatan korban berada dalam pemantauan pihak rumah sakit dan kampus.
Dalam situasi seperti ini, informasi mengenai kondisi pribadi maupun medis seseorang perlu disampaikan secara hati-hati. Fokus utama tetap berada pada keselamatan korban, kelancaran perawatan, serta ruang bagi keluarga dan pihak terkait untuk menghadapi keadaan tersebut tanpa spekulasi yang dapat memperburuk situasi.
FK UB Pantau Kondisi Mahasiswa
Staf Humas FK UB, Dame Marpaung, menyatakan fakultas terus mengikuti perkembangan kondisi mahasiswa tersebut selama menjalani perawatan. Namun, belum ada rincian tambahan yang dapat disampaikan terkait perkembangan medis korban.
"Korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit," kata Dame.
FK UB juga menjelaskan bahwa pendampingan kesehatan mental menjadi bagian dari perhatian kampus kepada mahasiswa. Fakultas secara rutin melaksanakan screening kesehatan mental untuk membantu mengenali mahasiswa yang memerlukan perhatian atau dukungan lebih lanjut.
"Kita melakukan screening terkait kesehatan mental mahasiswa dan melakukan pendampingan terhadap yang berisiko secara reguler," ujarnya.
Hasil screening menjadi bagian dari upaya pendampingan yang dijalankan di lingkungan fakultas. FK UB memiliki layanan konseling di beberapa tingkat, mencakup dukungan sesama mahasiswa, tingkat fakultas, hingga tingkat universitas. Fasilitas tersebut dapat digunakan mahasiswa yang membutuhkan ruang konsultasi dan pendampingan selama menempuh pendidikan.
Ketersediaan layanan pendampingan di lingkungan pendidikan penting untuk memberi mahasiswa akses terhadap bantuan ketika menghadapi tekanan, kesulitan pribadi, maupun persoalan lain yang memengaruhi keseharian. Dukungan dari teman, keluarga, tenaga pendidik, dan layanan profesional dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan serta kesehatan mental mahasiswa.
Perkembangan penanganan kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan kondisi korban di rumah sakit. Pihak kampus terus memantau keadaan mahasiswa tersebut, sementara proses medis dan penyelidikan berjalan sesuai kewenangan masing-masing.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Diduga Lompat dari Lantai 6 Mahasiswa?Diduga Lompat dari Lantai 6 Mahasiswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Diduga Lompat dari Lantai 6 Mahasiswa matter?Diduga Lompat dari Lantai 6 Mahasiswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.