Update Data Gempa NTT SAR Maumere: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas
Update Terbaru Data Gempa NTT SAR Maumere: Evakuasi 90 Korban, 40 Tewas
Kabarberita911.com – Data Gempa NTT SAR Maumere mencatat perkembangan signifikan dalam penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB, jumlah korban tewas tercatat mencapai 38 orang dengan dua penderita luka berat dan sebelas lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, sekitar dua ribu penduduk setempat mengungsi secara mandiri ke berbagai lokasi yang lebih aman.
Wilayah yang paling parah terdampak oleh guncangan gempa ini adalah Kabupaten Manggarai, yang kemudian diikuti oleh Kabupaten Manggarai Timur. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa terletak sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, yang merupakan ibu kota Kabupaten Nagekeo. Kedalaman episenter gempa diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 20 kilometer di bawah permukaan bumi.
Operasi SAR Intensif di Nagekeo
Kantor SAR Maumere telah mengerahkan seluruh kemampuan personel dan sarana yang dimiliki untuk mempercepat penanganan bencana. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa hingga Sabtu sore, tim gabungan di berbagai titik telah mengevakuasi minimal 90 korban dari lokasi bencana.
Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman.
Hingga pukul 18.30 WITA, pendataan sementara mencatat 40 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka. Satu orang masih dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan. Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi ini, meliputi unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen potensi SAR lainnya. Tim SAR juga melakukan pencarian menyeluruh menggunakan anjing pelacak dan peralatan canggih untuk menemukan korban yang mungkin masih tertimbun.
Dukungan TNI dan AL untuk Flores
Puspen TNI melalui siaran persnya menyatakan bahwa institusi pertahanan terus memperkuat dan mengerahkan personel tambahan untuk membantu penanganan dampak gempa. Hingga Sabtu malam, sebanyak 1.892 personel TNI dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang telah dikerahkan ke lokasi bencana.
Dalam mendukung penanganan bencana, TNI mengerahkan 75 unit kendaraan, 7 tenda lapangan, dan 40 velbed. TNI AL juga menyiapkan 1 unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung penanggulangan bencana di wilayah Flores, termasuk membantu mobilitas personel dan distribusi dukungan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Operasi SAR hingga kini masih berlangsung dengan prioritas utama pencarian korban yang masih tertimbun serta evakuasi warga ke lokasi aman. Pendataan korban dan kerusakan terus berjalan dan dikoordinasikan bersama BPBD setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Frequently Asked Questions
Berapa magnitudo gempa yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026? Gempa yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki magnitudo 7,7 dengan pusat gempa terletak sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Siapa saja yang terlibat dalam operasi SAR? Operasi SAR melibatkan 281 personel dari berbagai instansi termasuk TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, dan elemen potensi SAR lainnya.
Bagaimana status evakuasi korban hingga Sabtu sore? Hingga Sabtu sore, minimal 90 korban telah dievakuasi dengan 40 orang dinyatakan tewas dan 50 lainnya mengalami luka-luka.
Apa yang dilakukan TNI untuk membantu penanganan bencana? TNI mengerahkan 1.892 personel, 75 unit kendaraan, 7 tenda lapangan, 40 velbed, serta 1 unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda.