Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BMKG Perkirakan Sesar Naik Flores Masih Akan Aktif Hingga 3 Pekan

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Anthony Martinez - kabarberita911.com

Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com

BMKG Perkirakan Sesar Naik Flores Masih Akan Aktif Hingga Tiga Pekan Ke Depan

Kabarberita911.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi penting bahwa BMKG Perkirakan Sesar Naik Flores masih akan terus aktif selama periode dua hingga tiga minggu ke depan. Estimasi ini didasarkan pada analisis data seismik yang menunjukkan bahwa proses peluruhan alami gempa bumi membutuhkan waktu tertentu sebelum aktivitas seismik kembali ke kondisi normal. Hingga Sabtu (15 Agustus 2026) pukul 14.00 WIB, lembaga tersebut telah mencatat sebanyak 235 gempa susulan yang terjadi pasca guncangan utama berkekuatan Magnitudo 7,7. Gempa utama tersebut melanda bagian utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai bangunan serta infrastruktur di wilayah terdampak.

Berdasarkan data pemantauan yang dirilis secara resmi, gempa-gempa susulan tersebut tersebar di wilayah utara Flores dengan magnitudo bervariasi antara M2,5 hingga M6,2. Grafik aktivitas seismik yang dirilis BMKG mengindikasikan bahwa tren gempa saat ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini sesuai dengan prediksi awal bahwa wilayah tersebut masih berada dalam fase aktivitas seismik yang tinggi. BMKG Perkirakan Sesar Naik Flores akan terus menghasilkan gempa susulan hingga periode peluruhan selesai.

"BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu, sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya," jelas Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Faisal menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memantau pergerakan sesar secara real-time melalui jaringan stasiun seismik yang tersebar di seluruh Indonesia. Mengacu pada histori dan karakteristik wilayah, proses stabilisasi sesar memerlukan waktu tertentu sebelum aktivitas seismik kembali ke kondisi normal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak terlena dengan penurunan intensitas gempa yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Karakteristik Gempa dan Dampaknya terhadap Infrastruktur

Gempa utama M7,7 yang berpusat pada kedalaman 15 kilometer dikategorikan sebagai gempa dangkal. Kedalaman ini menyebabkan guncangan yang lebih kuat hingga ke permukaan dibandingkan gempa dengan hiposenter lebih dalam. Guncangan ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Secara historis, struktur geologis tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam menghasilkan gempa-gempa merusak. Salah satu peristiwa penting adalah gempa M7,8 pada kedalaman 28 kilometer yang terjadi pada tahun 1992 dan melanda wilayah yang sama.

Perbedaan kedalaman pusat gempa kali ini, yaitu 15 kilometer, menyebabkan dampak kerusakan fisik yang relatif lebih berat terhadap bangunan dan infrastruktur dibandingkan peristiwa sebelumnya. Bangunan-bangunan di wilayah terdampak mengalami kerusakan ringan hingga berat tergantung pada jarak dari episenter dan kualitas konstruksi. BMKG Perkirakan Sesar Naik Flores masih akan terus aktif hingga tiga pekan ke depan, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan gempa susulan lebih lanjut.

Pemantauan Tsunami dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Guncangan juga memicu gelombang tsunami yang terobservasi hingga mencapai pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Jaringan pemantauan muka air laut atau tide gauge mencatat data penting dari berbagai lokasi. Tsunami tiba di Reo Manggarai dan Manggarai Timur dengan ketinggian puncak mencapai 1,61 meter. Di Maurole, Ende, gelombang tercatat setinggi 0,94 meter. Sementara itu, di Bulukumba dan Sape, Bima, ketinggiannya melampaui 0,5 meter.

BMKG mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman. Namun, lembaga tersebut tetap menyarankan masyarakat pesisir untuk tidak segera kembali ke area pantai sebelum dinyatakan aman sepenuhnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gempa bumi di Indonesia, pembaca dapat mengunjungi artikel terkait tentang gempa bumi di Indonesia yang mencakup berbagai wilayah rawan seismik.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Kapan aktivitas Sesar Naik Flores diperkirakan akan berhenti? BMKG memperkirakan aktivitas Sesar Naik Flores masih akan berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan. Periode ini diperlukan untuk proses peluruhan alami gempa bumi sebelum kembali ke kondisi normal.

Apa yang harus dilakukan masyarakat di wilayah terdampak? Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari bangunan yang rusak, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti air, makanan, obat-obatan, dan dokumen penting.

Apakah ada risiko tsunami setelah gempa? Meskipun peringatan tsunami telah dihentikan, masyarakat pesisir tetap disarankan untuk tidak segera kembali ke area pantai. BMKG akan terus memantau kondisi muka laut dan memberikan peringatan jika diperlukan.

Berapa lama periode peluruhan gempa biasanya berlangsung? Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk gempa di Maluku Utara, proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu. Selama periode ini, gempa susulan masih dapat terjadi dengan magnitudo bervariasi.

Related Reading