Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Karhutla di TPA Galuga Belum Terkendali Setelah Lima Hari

Kabarberita911.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih menyisakan bara setelah berlangsung selama lima hari sejak Senin (7/9). Penanganan terus dilakukan karena api tidak hanya berdampak pada area timbunan sampah, tetapi juga telah meluas hingga wilayah Kota Bogor.

Luas lahan terdampak kini diperkirakan mencapai sekitar 7,1 hektare. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut cakupan kebakaran bertambah secara bertahap dari area awal yang lebih kecil hingga melewati batas lokasi TPA.

"Awalnya 1,7 hektare, kemudian menjadi lima hektare. Sekarang kalau digabung dengan wilayah Kota Bogor kurang lebih 7,1 hektare," kata Rudy, Jumat (11/9).

Kondisi di lapangan membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyemprotkan air ke permukaan. Api yang membakar material di bagian dalam tumpukan sampah dapat terus bertahan meski kobaran tidak tampak dari luar. Asap pun masih keluar perlahan dari sejumlah bagian lokasi.

Rudy menjelaskan bahwa petugas harus membuka timbunan sampah satu per satu untuk menemukan bagian yang masih panas, lalu melakukan pendinginan. Langkah ini diperlukan agar bara tersembunyi tidak kembali memicu api di permukaan.

"Kalau dilihat, apinya tidak terlihat. Namun, asap terus mengepul sedikit-sedikit dan di dalamnya ternyata masih ada bara api. Kami bongkar satu per satu lalu didinginkan," ujar Rudy.

Api Tersembunyi di Dalam Timbunan Sampah

Karakter kebakaran di kawasan pembuangan sampah menjadi tantangan tersendiri. Material yang menumpuk dapat menyimpan panas di bawah permukaan, sehingga kondisi terlihat lebih tenang dibanding situasi sebenarnya. Ketika timbunan diurai memakai alat berat, titik api yang sebelumnya tidak terlihat dapat muncul kembali.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyatakan titik-titik api masih ditemukan di beberapa lokasi. Ia menggambarkan bara di dalam gunungan sampah seperti sekam yang menyala dari bagian dalam dan sulit dipastikan hanya lewat pengamatan permukaan.

"Namun, seperti yang kita duga, api di lokasi tempat pembuangan akhir sampah ini kan ibarat sekam ada di dalam. Jadi, kelihatan dari luar seperti tidak ada muncul api atau titik api, tetapi manakala kita gali, kemudian terlihat api," ujar Dedie.

Karena itu, pengerahan alat berat menjadi bagian penting dari operasi di Galuga. Alat tersebut dipakai untuk mengurai, memindahkan, dan membuka lapisan sampah yang diduga masih menyimpan bara. Setelah bagian panas ditemukan, pendinginan dan penyemprotan air dilakukan untuk menekan kemungkinan api menyebar lagi.

Upaya pemadaman juga tidak mengandalkan satu metode. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Lanud Atang Sendjaja untuk melanjutkan water bombing oleh TNI Angkatan Udara. Pendekatan dari udara dipadukan dengan pekerjaan petugas dan alat berat di darat.

"Kita koordinasi dengan Lanud ATS (Atang Sanjaya), untuk tetap dilakukan water bombing, Insya Allah masih akan dilakukan. Jadi multimethod lah ya, tidak mungkin dengan hanya cuma satu cara," ujar Dedie.

Usulan Modifikasi Cuaca

Selain pemadaman dari darat dan udara, Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan usulan kepada pemerintah pusat untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca. Langkah ini dipertimbangkan apabila hujan alami belum turun di sekitar Galuga dalam beberapa hari mendatang.

Hujan dinilai dapat membantu proses pendinginan kawasan yang luas, terutama pada bagian timbunan sampah yang sulit dijangkau secara langsung. Namun, hujan bukan satu-satunya jawaban karena bara yang tertutup material tetap perlu dicari dan ditangani dengan penguraian di lokasi.

"Jadi memang salah satu penanganan yang harus dilakukan adalah modifikasi cuaca dengan menurunkan hujan, kalau kemudian ternyata hujan alami tidak turun di wilayah Galuga. Itu yang kita coba usulkan nanti (pemerintah pusat)," ujar Dedie saat memantau penanganan bersama Rudy Susmanto.

Dedie menekankan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia terus digunakan untuk mempercepat pengendalian kebakaran. Pemadaman dilakukan melalui pengerahan alat berat, penyemprotan air, serta dukungan water bombing. Sementara itu, kemungkinan turunnya hujan tetap menjadi harapan untuk membantu meredakan panas pada area terdampak.

"Jadi memang kita berupaya semaksimal mungkin apa yang kita bisa lakukan, terutama dengan mengerahkan alat-alat berat, ditambah dengan penyemprotan. Tetapi tadi, harapannya hujan. Kalaupun nanti beberapa hari ke depan belum turun hujan, kita usulkan untuk modifikasi cuaca, supaya bisa turun hujan di sini," tambahnya.

Penanganan Memerlukan Pemantauan Berkelanjutan

Meluasnya area kebakaran hingga sekitar 7,1 hektare menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan setelah kobaran di permukaan berkurang. Pada kebakaran timbunan sampah, asap tipis dan panas dari bawah tanah dapat menjadi tanda bahwa proses pembakaran belum benar-benar berhenti.

Fokus penanganan kini bukan hanya memadamkan api yang terlihat, melainkan memastikan setiap lapisan yang masih menyimpan bara telah dibuka dan didinginkan. Dengan area terdampak yang melintasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, koordinasi antardaerah serta dukungan dari berbagai pihak menjadi unsur penting dalam operasi ini.

Petugas masih bekerja untuk mencegah api kembali membesar. Kombinasi penguraian sampah, penyemprotan, water bombing, dan kemungkinan bantuan hujan melalui modifikasi cuaca diharapkan dapat mempercepat pemadaman total di TPA Galuga.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 5 Hari Belum Padam Kebakaran TPA Galuga?

5 Hari Belum Padam Kebakaran TPA Galuga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Hari Belum Padam Kebakaran TPA Galuga matter?

5 Hari Belum Padam Kebakaran TPA Galuga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.