Clareesya RoBoKop Hapus Unggahan ‘Gaya Takbir’ dan Minta Maaf
Clareesya RoBoKop Hapus Unggahan Gaya Takbir dan Minta Maaf ke Publik
Kabarberita911.com – Vokalis grup RoBoKop, Clareesya, telah menghapus sebuah foto yang menampilkan dirinya dalam posisi berlutut dengan kedua tangan terangkat ke atas. Posisi tersebut sempat ia sebut sebagai "gaya takbir" dalam keterangan fotonya. Penghapusan ini dilakukan setelah unggahan tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet yang merasa kurang nyaman dengan istilah yang digunakan.
Foto tersebut awalnya diposting di media sosial Clareesya dengan tulisan "Gaya takbir. Love you,". Namun, unggahan ini mendapat sorotan tajam di tengah hangat-burnya isu challenge hapalan Al Quran di acara yang sama, yaitu festival musik The Sound Project. Banyak netizen yang mempertanyakan maksud dari istilah yang digunakan oleh penyanyi tersebut, terutama mengingat konteks keagamaan yang sedang ramai diperbincangkan.
Perjalanan Kontroversi Hingga Penghapusan
Sebelum akhirnya menghapus unggahan, Clareesya sempat memberikan respons singkat terhadap kritik yang datang. Ia menjelaskan bahwa posisinya dalam foto tersebut hanyalah bentuk ekspresi kebahagiaan pribadi, bukan bermaksud meniru atau meniru ritual keagamaan tertentu. Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya memuaskan publik.
Clareesya kemudian memutuskan untuk menghapus foto tersebut dari akun media sosialnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap perasaan masyarakat yang merasa tersinggung. Setelah penghapusan, ia menyampaikan klarifikasi lebih lanjut melalui akun Threads miliknya.
"Dengan ini saya, Clareesya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan postingan saya di Threads," ujarnya.
Menurut Clareesya, kesempatan tampil di festival musik besar merupakan momen yang sangat berarti bagi seorang musisi. Ia menegaskan bahwa tidak ada maksud lain selain mengungkapkan kebahagiaan atas kesempatan tersebut. Ia juga menyadari bahwa postingan tersebut muncul bersamaan dengan pemberitaan kasus pelecehan agama di booth Newport.
"Sehingga rasa syukur dan isi hati yang sebenarnya saya maksudkan dapat dipahami atau ditafsirkan ke arah yang berbeda dari maksud saya," katanya.
Tanggapan Netizen dan Laporan Polisi
Sebelum penghapusan, sejumlah komentar muncul dari pengguna media sosial. Salah satu netizen bertanya, "Mau ikut ikutan kasus pelecehan agama juga mba?" Sementara yang lain menambahkan, "Next time mikir dulu baru posting ya mbak, anda sebagai pekerja kreatif di bidang seni seharusnya bisa lebih keren lagi outputnya."
Clareesya menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menghina, merendahkan, atau menyinggung agama, kepercayaan, maupun pihak manapun. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memposting di masa mendatang. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia juga siap menerima segala konsekuensi dari unggahan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Clareesya telah resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan oleh Muhammad Dimas Saputra kepada Polda Metro Jaya. Nomor laporan tercatat sebagai LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dengan tanggal 13 Agustus 2026. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menindaklanjuti dugaan tindak pidana terhadap agama yang dilaporkan oleh Muhammad Dimas Saputra. Proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran dari setiap klaim yang diajukan.
FAQ: Clareesya RoBoKop Hapus Unggahan Gaya
1. Apa alasan Clareesya menghapus unggahan gaya takbir? Clareesya menghapus unggahan tersebut karena mendapat banyak kritik dari warganet yang merasa kurang nyaman dengan istilah "gaya takbir" yang digunakannya. Ia ingin menghormati perasaan masyarakat dan meluruskan maksud dari unggahan tersebut.
2. Kapan Clareesya RoBoKop Hapus Unggahan Gaya Takbir? Unggahan tersebut dihapus setelah mendapat sorotan tajam dari warganet. Penghapusan dilakukan sebelum laporan polisi resmi diterima pada 13 Agustus 2026.
3. Siapa yang melaporkan Clareesya ke kepolisian? Laporan tersebut diajukan oleh Muhammad Dimas Saputra kepada Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
4. Apakah Clareesya sudah meminta maaf secara resmi? Ya, Clareesya telah menyampaikan permohonan maaf melalui akun Threads miliknya. Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut murni sebagai bentuk rasa syukur pribadi atas pencapaian yang telah lama diimpikannya.
5. Apa dampak dari unggahan tersebut terhadap karier Clareesya? Unggahan tersebut menyebabkan Clareesya harus menghadapi proses hukum. Namun, ia tetap optimis bahwa hal ini akan menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial.