Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

RAPBN 2027, Prabowo Targetkan Defisit Turun ke 2,40 Persen dari PDB

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By John Martinez - kabarberita911.com

Foto : John Martinez - kabarberita911.com

Prabowo Subianto Tetapkan Target Defisit Anggaran dalam RAPBN 2027

Kabarberita911.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan target defisit anggaran yang lebih rendah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Melalui kebijakan fiskal yang lebih ketat, pemerintah menargetkan defisit turun menjadi 2,40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh kepala negara saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat (14/8/2026).

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal nasional. Dengan menargetkan defisit yang lebih kecil, Prabowo berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global. Target ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi beban utang negara secara bertahap.

Proyeksi Belanja dan Pendapatan Negara 2027

Mengenai rincian anggaran yang lebih detail, Prabowo menjelaskan bahwa total belanja negara untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan dengan APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Kenaikan belanja ini didorong oleh berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial.

Sementara itu, pendapatan negara diprediksi akan menyentuh Rp3.426 triliun, meningkat dari Rp3.153,6 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini diharapkan berasal dari reformasi perpajakan dan optimalisasi penerimaan negara lainnya. Dengan demikian, pembiayaan yang direncanakan mencapai Rp671,2 triliun untuk menutupi kesenjangan antara pendapatan dan belanja.

"Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto PDB dan ini kita usahakan untuk lebih kecil lagi," ujar Prabowo Subianto.

Perbandingan dengan APBN 2026

Target defisit 2,40 persen pada tahun 2027 ini merupakan penurunan dari rencana pembiayaan di APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen dari PDB. Prabowo mengakui bahwa angka defisit ideal seharusnya seminimal mungkin. Bahkan, cita-cita pemerintah adalah mencapai anggaran yang berimbang dalam jangka panjang.

Penurunan defisit ini juga mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara. Pemerintah berupaya untuk tidak terlalu bergantung pada pembiayaan utang eksternal, melainkan lebih mengandalkan pendapatan dalam negeri yang stabil.

Indikator Ekonomi Makro 2027

Selain target defisit, pemerintah juga menetapkan beberapa indikator ekonomi makro untuk tahun depan. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, melampaui target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen. Target pertumbuhan ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5 persen, sementara nilai tukar rupiah dipertahankan di sekitar Rp17.500 per dolar AS. Indikator-indikator ini menjadi tolok ukur keberhasilan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Prabowo Subianto.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu RAPBN 2027? RAPBN 2027 adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk tahun 2027 yang memuat rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara.

Berapa target defisit dalam RAPBN 2027? Target defisit dalam RAPBN 2027 adalah 2,40 persen dari produk domestik bruto (PDB), turun dari 2,68 persen pada APBN 2026.

Berapa total belanja negara yang direncanakan? Total belanja negara untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun.

Apa target pertumbuhan ekonomi 2027? Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027.

Bagaimana inflasi diproyeksikan? Inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5 persen untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa.

Related Reading