Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Ungkap Lokasi Sementara PFII: Jakarta, Bali Menyusul

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Michael Lopez - kabarberita911.com

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

PFII Akan Beroperasi di Jakarta Sebelum Berekspansi ke Bali

Kabarberita911.com – Pusat Finansial International Indonesia (PFII) akan memulai operasinya di Jakarta sebagai lokasi sementara, sebelum akhirnya dikembangkan lebih lanjut di Bali. Inisiatif strategis ini bertujuan membangun pusat keuangan yang mencakup investasi, teknologi finansial, hingga penyelesaian sengketa komersial dengan standar internasional. Langkah ini merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai hub keuangan global yang kompetitif.

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan informasi tersebut dalam Pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kepala Negara menjelaskan bahwa Jakarta akan menjadi titik awal, sementara Bali menyusul sebagai lokasi pengembangan berikutnya. Penetapan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan infrastruktur, konektivitas, dan potensi ekonomi kedua wilayah.

"Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta dan begitu bisa kita buka juga PFII di Bali. Dan mungkin ada kawasan lain di bagian lain dari Republik Indonesia yang menarik bagi dana-dana besar dari luar negeri," ujar Prabowo.

Cakupan Kegiatan dan Lembaga PFII

PFII akan mengarahkan berbagai sektor keuangan, termasuk perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, serta manajemen investasi. Untuk mendukung operasionalnya, sejumlah lembaga akan dibentuk, mulai dari Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, hingga Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII.

Selain itu, Pengadilan PFII akan berada di bawah naungan Mahkamah Agung, sementara Lembaga Arbitrase PFII juga akan berdiri sebagai bagian dari ekosistem ini. Pemerintah telah menyiapkan ketentuan khusus untuk memfasilitasi kegiatan di kawasan tersebut. Regulasi ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi investor domestik maupun asing yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Keuntungan dan Regulasi yang Berlaku

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah penggunaan bahasa Inggris dalam kontrak, serta adopsi prinsip hukum komersial dan standar internasional. Hakim ad hoc juga dapat berasal dari talenta hukum terbaik, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Hal ini memungkinkan penyelesaian sengketa dengan lebih efisien dan sesuai dengan praktik global.

PFII akan memberikan kepastian dalam transfer dan repatriasi modal serta laba, dilengkapi dengan fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi syarat, golden visa, dan pelayanan perizinan yang kompetitif. Meskipun demikian, pemerintah tetap menerapkan aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, serta pertukaran informasi internasional. Semua regulasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan transparan.

"Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia," tambah Prabowo.

Menurut Presiden, Jakarta dan Bali diharapkan menjadi lokasi penghimpunan modal global sekaligus pusat pembiayaan bagi pembangunan Indonesia. Ia menekankan pentingnya kedua kota tersebut sebagai tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai. Dengan pendekatan ini, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di kancah ekonomi internasional.

"Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai," imbuhnya.

Transisi Operasional di Jakarta

Rosan Perkasa Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, sebelumnya menjelaskan bahwa PFII akan lebih dulu beroperasi di Jakarta sebagai masa transisi sebelum dikembangkan di Bali. Pembangunan pusat keuangan bertaraf internasional di Bali membutuhkan persiapan sekitar dua hingga tiga tahun. Selama masa tersebut, operasional awal PFII di Jakarta akan menggunakan salah satu aset Danantara, yakni Gedung Danareksa.

Langkah ini memastikan kelancaran transisi sebelum ekspansi penuh ke Bali dilakukan. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, pemerintah dapat mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi biaya operasional awal. Selain itu, keberadaan PFII di Jakarta juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkolaborasi dengan investor internasional sejak dini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang PFII

Apa itu PFII? PFII (Pusat Finansial International Indonesia) adalah pusat keuangan internasional yang bertujuan menjadi hub investasi dan penyelesaian sengketa komersial dengan standar global.

Mengapa Jakarta dipilih sebagai lokasi sementara? Jakarta dipilih karena memiliki infrastruktur yang memadai, konektivitas yang baik, dan merupakan pusat ekonomi Indonesia yang sudah mapan.

Kapan PFII akan beroperasi di Bali? PFII diperkirakan akan beroperasi di Bali setelah persiapan selama dua hingga tiga tahun, tergantung pada progres pembangunan infrastruktur.

Bagaimana regulasi perpajakan di PFII? PFII menawarkan fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi syarat, dengan tetap menerapkan aturan antipencucian uang dan transparansi pemilik manfaat.

Apakah PFII terbuka untuk investor asing? Ya, PFII dirancang untuk menarik dana-dana besar dari luar negeri, dengan kemudahan transfer modal dan repatriasi laba.

Related Reading