Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Mau Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By James Hernandez - kabarberita911.com

Foto : James Hernandez - kabarberita911.com

Prabowo Mau Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah

Kabarberita911.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk mengubah status Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengonsolidasikan seluruh pembelian barang dan jasa oleh instansi pemerintah di Indonesia. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat selama ini kementerian, lembaga negara, hingga pemerintah daerah masih kerap melakukan pembelian barang yang sama secara terpisah dengan harga yang berbeda-beda. Melalui transformasi kelembagaan ini, Prabowo berharap dapat menciptakan efisiensi yang signifikan dalam belanja negara.

Menguatkan Daya Tawar Negara

Dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 serta Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (14/8), Presiden menjelaskan alasan di balik keputusan penting ini. Menurut beliau, pembelian secara terpisah membuat daya tawar pemerintah menjadi lemah. Padahal, barang yang dibeli memiliki spesifikasi yang sama, tetapi proses pengadaannya dilakukan berulang karena kebutuhan masing-masing instansi terpecah. "Selama ini, terlalu banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli barang yang sama tapi membeli sendiri-sendiri dengan harga yang berbeda-beda," tegas Sang Kepala Negara.

"Kita harus hentikan APBN digunakan membeli barang yang sama tanpa koordinasi seolah-olah seperti ribuan pembeli yang tidak saling berbicara padahal kita semua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Prabowo menilai pola tersebut perlu dihentikan karena seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah pada dasarnya merupakan bagian dari pemerintah Indonesia. Konsolidasi pengadaan berpotensi menghasilkan penghematan besar bagi keuangan negara. Berdasarkan data resmi dari LKPP, konsolidasi pengadaan pemerintah daerah telah menghasilkan efisiensi sebesar 20,86 persen pada tahun 2025 dan meningkat menjadi 25,43 persen pada 2026.

Jika konsolidasi dilakukan secara luas dan disiplin, ditambah penggunaan katalog elektronik, perencanaan berbasis data, serta praktik pengadaan terbaik, efisiensi disebut bisa mencapai 30 persen dari total belanja pengadaan sebesar Rp1.200 triliun. Dengan asumsi tersebut, potensi penghematan dapat mencapai sekitar Rp360 triliun dalam setahun. "Artinya efisiensi dalam satu tahun bisa mencapai sekitar Rp360 triliun. Kita bisa bayangkan 20 miliar dolar, ini bukan angka yang kecil," ucap dia.

Prabowo kemudian memberikan contoh konkret pengadaan layar pintar interaktif atau interactive flat panel (IFP). Sebelumnya, pemerintah daerah disebut membeli perangkat tersebut secara terpisah dengan harga sekitar Rp150 juta per unit. Setelah kebutuhan pembelian dikonsolidasikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), harga yang diperoleh pemerintah turun menjadi Rp26 juta per unit, termasuk biaya pengiriman dan pemasangan hingga ke daerah terpencil, terluar, dan tertinggal. "Ini penghematan hampir enam kali. Ini riil, Rp150 juta kita beli dengan harga Rp26 juta termasuk ongkos kirim dan ongkos pasang," ucapnya.

FAQ: Transformasi LKPP Menjadi Badan Pengadaan

Apa tujuan utama perubahan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah?

Tujuan utamanya adalah mengonsolidasikan pembelian barang dan jasa pemerintah untuk meningkatkan daya tawar negara dan mencapai efisiensi anggaran yang lebih besar.

Berapa potensi penghematan dari konsolidasi pengadaan?

Potensi penghematan dapat mencapai sekitar Rp360 triliun dalam setahun atau setara dengan 30 persen dari total belanja pengadaan sebesar Rp1.200 triliun.

Bagaimana contoh nyata efisiensi yang sudah tercapai?

Pengadaan layar pintar interaktif (IFP) yang sebelumnya dibeli Rp150 juta per unit oleh pemerintah daerah, setelah konsolidasi harganya turun menjadi Rp26 juta per unit termasuk ongkos kirim dan pasang.

Kapan rencana perubahan kelembagaan ini akan diterapkan?

Reformasi ini akan dimulai secara bertahap dengan fokus pada konsolidasi pengadaan pemerintah daerah terlebih dahulu, yang sudah menunjukkan efisiensi 25,43 persen pada 2026.

Related Reading