Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Purbaya Buka-bukaan soal Alasan Prabowo Bentuk BUMN Ekspor

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Thomas Hernandez

Purbaya Buka-Bukaan Alasan Membentuk BUMN Ekspor

New Policy memperoleh sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan latar belakang kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai perusahaan ekspor baru. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi praktik manipulasi nilai komoditas yang dilakukan eksportir, khususnya pada produk strategis seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Tujuan utama New Policy adalah memastikan penerimaan negara dari sektor ekspor tidak terkikis oleh kecurangan yang dilakukan selama proses pengiriman barang ke luar negeri.

Praktik Manipulasi Harga yang Menjadi Perhatian

Dalam acara Jogja Financial Festival, Jumat (22/5), Purbaya menjelaskan bahwa New Policy muncul sebagai respons terhadap laporan bahwa eksportir sering kali menetapkan harga yang lebih rendah dari nilai sebenarnya saat mengirimkan barang ke luar. Fenomena ini memicu kekhawatiran mengenai penurunan pendapatan pajak dan aliran devisa ke dalam negeri. Ia menegaskan bahwa manipulasi harga ini terjadi secara sistematis, sehingga memerlukan intervensi langsung dari pemerintah melalui pembentukan BUMN ekspor.

"Langkah itu muncul ketika Bapak Presiden mendapat laporan bahwa eksportir mengirimkan barang ke luar negeri dengan harga lebih kecil dari nilai sebenarnya," kata Purbaya.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa praktik ini tidak hanya memengaruhi komoditas batu bara dan CPO, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan lainnya. Banyak perusahaan besar memanipulasi volume barang atau nilai transaksi melalui jalur perantara, seperti Singapura, untuk mengoptimalkan keuntungan pribadi. Dengan New Policy, pemerintah berharap dapat mengurangi praktik semacam ini dan meningkatkan transparansi dalam ekspor.

Implementasi New Policy: Strategi Membentuk BUMN Ekspor

Menurut Purbaya, New Policy dibangun setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan. Dalam proses tersebut, ia memilih 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia untuk menganalisis pola ekspor mereka. Hasilnya, ditemukan bahwa harga barang yang diperjualbelikan dari Jakarta ke Singapura hanya setengah dari harga yang dijual ke Amerika Serikat. Hal ini membuktikan adanya penekanan harga yang signifikan, sehingga mengakibatkan kerugian bagi negara.

"Harga dari Jakarta ke Singapura hanya setengah dari harga yang dijual ke Amerika Serikat," ujarnya.

Dengan adanya DSI, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah ingin mengalokasikan keuntungan ekspor secara lebih efisien ke dalam negeri. New Policy juga mencakup rencana perubahan mekanisme pengawasan, agar praktik under-invoicing tidak terulang. Selain itu, pembentukan BUMN ekspor ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memastikan devisa yang masuk ke dalam negeri digunakan untuk program pembangunan nasional.

Pembentukan DSI sebagai bagian dari New Policy tidak hanya menargetkan komoditas kritis, tetapi juga mencakup sektor ekspor lainnya. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah untuk memperkuat peran BUMN dalam mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor ekspor. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan pada perusahaan swasta dalam pengelolaan produk ekspor, sehingga bisa memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil.

Manfaat dan Tantangan New Policy

New Policy ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap kebijakan ekspor Indonesia. Dengan mengawasi transaksi langsung melalui DSI, pemerintah bisa mengurangi risiko manipulasi harga dan volume, serta memastikan keuntungan ekspor dialokasikan untuk kebutuhan nasional. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor ekspor dalam menghadapi persaingan global.

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa New Policy ini akan menjadi referensi bagi kebijakan-kebijakan lain dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa BUMN ekspor bukan hanya untuk menambah penerimaan negara, tetapi juga untuk menciptakan sistem ekspor yang lebih profesional dan berkelanjutan. Dengan New Policy, pemerintah bisa memastikan bahwa devisa yang terkumpul digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat.

Dalam proses implementasi New Policy, Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan ekspor. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap transaksi. Ia berharap kebijakan ini bisa menjadi model baru dalam mengelola sektor ekspor, yang sebelumnya terkena pengaruh praktik manipulasi yang mengakibatkan kerugian besar bagi negara.