Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

CORE Indonesia Tanggapi Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By James Hernandez - kabarberita911.com

Foto : James Hernandez - kabarberita911.com

CORE Indonesia Tanggapi Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027 dengan Catatan Penting

Kabarberita911.com – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan respons komprehensif terhadap rencana pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Langkah ini merupakan bagian dari visi ekonomi yang lebih ambisius dibandingkan dengan target APBN 2026 yang ditetapkan di angka 5,4 persen. Tanggapan ini disampaikan dalam forum diskusi publik yang menghadirkan berbagai pakar ekonomi untuk mengulas secara mendalam implikasi dari target tersebut.

Analisis Historis dan Realitas Pertumbuhan Ekonomi

Akbar Susamto, Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia, menyampaikan pandangannya bahwa angka 6 persen termasuk cukup tinggi jika dilihat dari rekam jejak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pencapaian level pertumbuhan di atas 5,5 persen merupakan hal yang jarang terjadi dalam sejarah ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa target pemerintah perlu didukung oleh fondasi yang kuat dan realistis.

"Jika benar bahwa asumsi pertumbuhan ekonominya adalah 5,8-6,5 persen tentu saja kita tahu itu asumsi yang sangat optimis," ujar Akbar dalam forum bertajuk Mengupas Pidato Presiden RI & Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8).

Lebih lanjut, Akbar menjelaskan bahwa secara historis, pencapaian pertumbuhan di atas 5,5 persen memang jarang terjadi. Bahkan, hal tersebut nyaris belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan kualitas kemampuan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Target yang terlalu tinggi tanpa dasar yang kuat dapat berisiko terhadap implementasi kebijakan fiskal dan moneter.

Kondisi Domestik dan Eksternal yang Belum Mendukung

Selain melihat rekam jejak historis, CORE Indonesia menilai belum ada sentimen kuat baik saat ini maupun proyeksi tahun depan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 6 persen. Faktor-faktor ini mencakup berbagai aspek ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

"Rasanya belum ada alasan yang bisa membuat kita menjadi sangat optimistik, di mana pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen," kata Akbar.

Ia menjelaskan bahwa sentimen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga faktor eksternal. Sejak Februari 2026, kondisi ekonomi global terus dihantui situasi geopolitik, hal ini turut memengaruhi ketidakpastian ekonomi di Indonesia. Ketegangan geopolitik global berdampak pada aliran modal, harga komoditas, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Jadi faktor eksternal dan internal itu belum ada yang bisa memberikan kita alasan untuk begitu yakin bahwa kita akan mencapai itu," tandas Akbar.

Aspek Makroekonomi dalam RAPBN 2027

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027. Target tersebut dipasang bersama sejumlah asumsi makro dan kebijakan fiskal dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027. Aspek-aspek ini menjadi kunci keberhasilan implementasi target pertumbuhan yang ditetapkan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI, Jakarta, hari ini.

Target pertumbuhan 6 persen itu disusun dengan asumsi inflasi tetap di level 2,5 persen. Pemerintah juga memperkirakan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di 6,9 persen dan nilai tukar rupiah rata-rata Rp17.500 per dolar AS. Dari sisi energi, pemerintah memasang asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari, sementara lifting gas dipatok 954 ribu barel setara minyak per hari.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Target Ekonomi 6 Persen

Apa saja faktor yang mempengaruhi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen? Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi geopolitik global, stabilitas nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, suku bunga SBN, serta kinerja sektor energi dan komoditas.

Berapa perbedaan target pertumbuhan ekonomi antara RAPBN 2027 dan APBN 2026? Target pertumbuhan ekonomi RAPBN 2027 ditetapkan sebesar 6 persen, sedangkan APBN 2026 menetapkan target sebesar 5,4 persen. Perbedaan ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana CORE Indonesia menilai realisme target pertumbuhan ekonomi 6 persen? CORE Indonesia menilai target tersebut cukup optimistis mengingat rekam jejak historis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang jarang mencapai level di atas 5,5 persen. Namun, target ini tetap dapat dicapai jika didukung oleh kebijakan yang tepat dan kondisi eksternal yang mendukung.

Related Reading