Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

AS Bongkar Peternakan Laptop untuk Pekerja IT Korut, Apa Itu?

Published Oktober 21, 2026 · Updated Oktober 21, 2026 · By James Hernandez - kabarberita911.com

Foto : James Hernandez - kabarberita911.com

Kabarberita911.com – AS Bongkar Peternakan Laptop untuk Pekerja IT Korea Utara yang diduga dipakai untuk menyusup ke perusahaan-perusahaan Amerika Serikat melalui pekerjaan jarak jauh. Istilah “peternakan laptop” atau laptop farm merujuk pada kumpulan perangkat yang disiapkan dan dioperasikan dari satu lokasi untuk memberi kesan bahwa pekerja berada di AS, padahal aksesnya dikendalikan dari tempat lain.

Kasus ini diungkap FBI Dallas melalui Operasi Lonestar Roundup. Dalam operasi tersebut, FBI menggeledah lebih dari 40 rumah di Texas serta menyita sekitar 187 laptop dan perangkat KVM atau keyboard, video, mouse. Penyidik juga menyita sekitar 100 perangkat yang disebut digunakan pekerja IT Korea Utara dan pihak pendukungnya dalam skema penipuan di Texas Utara.

Apa yang dimaksud peternakan laptop?

Peternakan laptop adalah jaringan perangkat komputer yang ditempatkan secara fisik di suatu negara, kemudian diakses dari jarak jauh oleh pihak lain. Dalam dugaan kasus yang dibongkar di Texas, perangkat itu membantu pekerja IT Korea Utara tampil seolah-olah bekerja dari wilayah AS ketika melamar atau menjalankan pekerjaan untuk perusahaan Amerika.

Penggunaan laptop di lokasi lokal memungkinkan aktivitas internet tampak berasal dari AS. Para pelaku juga diduga memanfaatkan jaringan privat virtual atau VPN serta infrastruktur proxy untuk mengarahkan lalu lintas internet dan menyamarkan lokasi kerja sebenarnya.

Dengan cara tersebut, pekerja dapat mengakses sistem perusahaan dari jarak jauh tanpa langsung terlihat berada di Korea Utara. Skema ini menjadi berbahaya karena perusahaan korban berisiko memberikan akses kerja, data, dan sistem internal kepada pihak yang menggunakan identitas palsu atau curian.

Modus pekerja IT Korea Utara dalam mencari pekerjaan

Berdasarkan penyelidikan, pekerja IT Korea Utara diduga melamar dan memperoleh pekerjaan jarak jauh dengan menggunakan dokumen identitas warga AS yang dicuri atau dipalsukan. Mereka kemudian dibantu fasilitator yang berbasis di Amerika Serikat untuk menerima laptop dari perusahaan, menyimpan perangkat, serta memasang perangkat lunak akses jarak jauh.

Fasilitator tersebut juga diduga mengonfigurasi laptop agar dapat dipakai dari luar negeri dan menyalurkan penghasilan ke rekening yang dikendalikan Korea Utara. Perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengidentifikasi kelompok pekerja IT Korea Utara dan fasilitatornya dengan sebutan “Famous Chollima”.

Penyelidik turut menemukan dugaan penggunaan sejumlah akun Google palsu untuk mendukung aktivitas tersebut. Departemen Kehakiman AS menyatakan penyelidikan masih berlangsung, sementara aparat berkomitmen menindak jaringan keuangan ilegal yang terkait dengan Korea Utara.

Tujuan skema dan dampaknya

AS Bongkar Peternakan Laptop ini bukan hanya terkait penipuan kerja jarak jauh. Aparat AS menyebut skema tersebut diduga bertujuan menghasilkan pendapatan bagi program persenjataan Korea Utara yang terkena sanksi.

“Investigasi ini bukan sekadar tentang penipuan. Ini menyangkut upaya rezim asing yang bermusuhan untuk menyusup ke perusahaan-perusahaan AS melalui identitas curian dan akses tersembunyi di dalam wilayah kami sendiri,” kata Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Utara Texas Ryan Raybould, Selasa (13/10).

Raybould menyatakan pembongkaran jaringan itu dapat memutus salah satu sumber pendapatan yang diandalkan pemerintah Korea Utara. Kepala FBI Dallas R. Joseph Rothrock juga menyebut operasi tersebut menyasar aktivitas siber berbahaya yang mendukung program senjata pemusnah massal, rudal balistik, intelijen, dan nuklir Korea Utara.

Menurut Rothrock, setiap laptop yang disita berpotensi berkaitan dengan satu perusahaan yang mempekerjakan pekerja IT Korea Utara. Karena itu, kasus AS Bongkar Peternakan Laptop menjadi peringatan bagi perusahaan untuk memperketat verifikasi identitas kandidat kerja jarak jauh dan pengamanan perangkat perusahaan.

FAQ: Peternakan laptop untuk pekerja IT Korea Utara

Mengapa laptop disimpan di rumah-rumah di AS?

Laptop yang berada secara fisik di AS dapat membuat koneksi internet tampak berasal dari wilayah AS. Kondisi ini diduga digunakan untuk membantu pelaku menyamarkan lokasi kerja sebenarnya.

Bagaimana perusahaan dapat mengurangi risikonya?

Perusahaan dapat melakukan verifikasi identitas kandidat secara ketat, memantau pola akses perangkat kerja, membatasi akses ke sistem sensitif, serta meninjau penggunaan VPN dan perangkat lunak akses jarak jauh.

Apakah penyelidikan kasus ini sudah selesai?

Belum. Departemen Kehakiman AS menyebut investigasi terkait jaringan tersebut masih terus berlangsung.

Related Reading