Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Rupiah Tertahan di Rp17.877 per Dolar AS Sore Ini

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Mary Thomas - kabarberita911.com

Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com

Rupiah Tertahan di Rp17.877 per Dolar AS Sore Ini

Kabarberita911.com – Nilai tukar rupiah tercatat stagnan pada level Rp17.877 per dolar AS saat perdagangan Kamis (13/8) berakhir. Angka ini identik dengan penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan pergerakan mata uang di kawasan Asia yang menunjukkan variasi terhadap dolar Amerika Serikat. Stabilitas rupiah ini mencerminkan keseimbangan antara faktor domestik dan global yang mempengaruhi sentimen investor.

Beberapa mata uang Asia justru menguat, termasuk yuan China yang naik 0,01 persen, dolar Singapura yang juga meningkat 0,01 persen, yen Jepang yang terapresiasi 0,01 persen, serta dolar Hong Kong yang menguat 0,01 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah sebesar 0,22 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,50 persen. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pergerakan Mata Uang Negara Maju

Di sisi lain, mata uang negara-negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Franc Swiss menguat 0,09 persen, sementara euro Eropa bergerak stabil. Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, dolar Australia turun 0,18 persen, dan dolar Kanada terkoreksi 0,09 persen. Variasi ini memberikan gambaran tentang bagaimana investor merespons perkembangan ekonomi di berbagai belahan dunia.

Menurut Lukman Leong, analis mata uang DOO Financial Futures, rupiah ditutup datar di tengah sentimen pasar yang beragam. Ia menjelaskan bahwa rupiah mendapat dukungan dari laporan bahwa Prabowo akan menunjuk figur internal untuk posisi puncak bank sentral. Langkah ini berpotensi mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter setelah pengunduran diri Perry Warjiyo pada akhir bulan lalu. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

"Rupiah ditutup datar terhadap dolar AS di tengah sentimen pasar yang beragam. Rupiah mendapat dukungan dari laporan bahwa Prabowo akan menunjuk figur internal untuk posisi puncak bank sentral, yang berpotensi mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter setelah pengunduran diri Perry Warjiyo pada akhir bulan lalu," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Namun, Lukman menambahkan bahwa sentimen negatif dari pasar saham domestik membatasi penguatan rupiah. Ia menyebutkan bahwa sentimen risk-off di IHSG setelah sejumlah saham Indonesia terdepak dari indeks MSCI menekan rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor domestik masih menjadi pertimbangan utama bagi investor lokal.

Sementara itu, indeks dolar AS juga bergerak relatif datar. Investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) malam ini. Data tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed ke depannya. Perkembangan ini akan mempengaruhi aliran modal ke pasar emerging, termasuk Indonesia.

Faktor Pendukung dan Penekan Rupiah

Secara keseluruhan, rupiah menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar global. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter domestik, sentimen pasar saham, dan perkembangan ekonomi global menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar. Investor disarankan untuk memantau perkembangan terbaru terkait kebijakan bank sentral dan data ekonomi AS.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rupiah

Apa yang menyebabkan rupiah tertahan di Rp17.877 per dolar AS? Rupiah tertahan karena kombinasi faktor positif dari kebijakan moneter domestik dan faktor negatif dari sentimen pasar saham yang terdampak oleh penghapusan saham dari indeks MSCI.

Bagaimana pengaruh pengunduran diri Perry Warjiyo terhadap rupiah? Pengunduran diri Perry Warjiyo menciptakan ketidakpastian, namun laporan bahwa Prabowo akan menunjuk figur internal membantu meredakan kekhawatiran investor.

Apakah ada faktor eksternal yang mempengaruhi rupiah? Ya, pergerakan dolar AS dan data inflasi produsen AS menjadi faktor eksternal penting yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Related Reading