Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Tahan 2 Orang Terkait Kasus Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Sandra Hernandez - kabarberita911.com

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com

Kasus Tantangan Hafalan Al-Qur'an Ditukar Minuman Keras: Dua Tersangka Ditahan

Kabarberita911.com – Sebuah insiden yang memicu kontroversi di media sosial telah berakhir dengan penahanan dua tersangka. Kasus ini bermula dari dugaan promosi minuman keras (miras) yang menyamar sebagai tantangan hafalan Al-Qur'an pada festival musik The Sounds Project. Acara yang berlangsung akhir pekan lalu, tepatnya pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026, di kawasan Ancol, Jakarta Utara ini viral setelah video rekaman pengunjung beredar luas di platform digital.

Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah booth produk minuman keras menggelar tantangan bagi pengunjung. Peserta diminta menghafal salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an, yaitu Ad-Duha, sebagai imbalan diduga mendapatkan sebotol miras yang sedang dipromosikan. Peristiwa ini kemudian ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara sebelum kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Proses Penahanan Tersangka

Polisi saat ini telah menahan dua orang yang terlibat dalam kasus tersebut. Keduanya saat ini mengenakan baju tahanan dan dibawa dari ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju ruang tahanan. Tidak ada ucapan yang terucap dari mulut keduanya, mereka hanya tertunduk saat digiring oleh petugas.

Identitas kedua tersangka adalah perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E. Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, mengonfirmasi bahwa pelaku penistaan agama saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Proses hukum untuk kasus ini sedang berjalan dan telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya.

"Proses hukum sedang berjalan dan untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke PMJ," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakut, Iptu Maryati Jonggi.

Respons Penyelenggara dan Pihak Terkait

Sebagai penyelenggara acara, The Sounds Project melalui akun Instagram resminya mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyatakan rasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan promosi produk dalam bentuk apapun. Penyelenggara menegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali mereka.

Sementara itu, Revnaldo Ega yang bertindak sebagai MC booth Newport pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026 juga telah meminta maaf secara terbuka. Ia menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial Threads miliknya, aqueer_. Ega menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait langsung dengan pihak Newport. Ia mengakui adanya kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap di masa depan.

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," katanya.

Manajemen Newport melalui Direkturnya, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan masyarakat Indonesia. Dalam keterangannya pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2026, Handoko menyatakan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, maupun arahan yang direncanakan oleh Newport. Ia mengklaim aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap Handoko.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polisi Tahan 2 Orang Terkait Kasus?

Polisi Tahan 2 Orang Terkait Kasus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Tahan 2 Orang Terkait Kasus matter?

Polisi Tahan 2 Orang Terkait Kasus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.