Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai Anjing ‘John Wick’ Diracun
Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai Anjing 'John Wick' Diracun
Kabarberita911.com – Sebuah keluarga yang tinggal di wilayah Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta telah memasang dua spanduk berisi kecaman keras. Hal ini dilakukan setelah anjing peliharaan mereka bernama John Wick meninggal dunia dan diduga akibat racun. Kedua spanduk tersebut dipasang di pagar depan rumah dengan posisi yang sangat kontras. Pagar besi dengan fondasi tembok bata bercat putih menjadi latar belakang yang menarik perhatian.
Setiap pengguna jalan yang melintas dipastikan akan menoleh untuk membaca tulisan pada kedua spanduk tersebut. Spanduk pertama menampilkan kalimat 'Pembunuh!! Semoga Kamu Tidak Selamat di Jalan'. Sementara itu, spanduk kedua yang berukuran lebih kecil memuat pesan 'Pengecut!!! Aku Doakan Umur Anakmu Kelak Tidak Akan Melebihi Umur Anjingku yang Kau Bunuh!!!'.
Kejadian Tragis di Pagi Hari
Paschal, putra dari keluarga tersebut berusia 23 tahun, menjelaskan bahwa pemasangan spanduk merupakan hasil kesepakatan bersama. Anjing jenis Labrador ini ditemukan mati pada pagi hari Kamis, tanggal 16 bulan lalu. Kejadian bermula ketika sang ibu keluar rumah untuk menyiram tanaman. John Wick yang biasa dikeluarkan dari rumah namun masih berada di area dalam pagar tiba-tiba mengalami kejang.
Dalam hitungan menit, anjing berusia 5,5 tahun yang telah dipelihara sejak tahun 2021 tersebut tidak bergerak lagi. Paschal yang saat itu masih tidur terbangun setelah mendengar ibunya berteriak meminta bantuan kepada sang ayah.
"Ibu saya teriak-teriak histeris gitu. Itu meminta bantuan sama bapak saya," kata Paschal saat ditemui di kediamannya, Jumat (14/8) siang.
Kedua orang tua Paschal kemudian berusaha memberikan pertolongan pertama. Namun, kondisi John Wick sudah tidak tertolong. Setelah kejadian, mereka menemukan sepotong daging ayam di dekat pintu pagar. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), John Wick sempat menyantap potongan daging ayam yang telah dicampur serbuk putih sebelum meninggal.
"Dikasih minum atau dikasih air putih dan sebagainya. Tapi ya posisi udah enggak terselamatkan, karena emang racunnya--emang ternyata sekuat itu," ujar Paschal.
"Tapi ya kita duga bahwa ini racun (serbuk putih) yang membunuh dia," imbuhnya.
Pencarian Pelaku Melalui CCTV
Kira-kira pukul 08.00 WIB pada hari yang sama, keluarga memutuskan untuk menguburkan John Wick di area depan rumah. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan tempat favorit John Wick bermain. Setelah kejadian, keluarga memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah untuk mencari sosok terduga pelaku.
Paschal menjelaskan bahwa rekaman menunjukkan seorang pengendara motor matic yang berhenti cukup lama di depan rumah sekitar pukul 06.30 WIB. Pengendara tersebut berhenti tepat di depan rumah dan ada gerak-gerik yang membuat keluarga menduga dia berkaitan dengan kejadian itu.
"Nah ya udah kita asumsikan itu emang pelakunya gitu. Karena yang kelihatan paling lama itu ya dia gitu dan persis di depan gerbang," ujarnya.
Pengendara tersebut menggunakan motor matic Honda Scoopy berwarna putih. Si terduga pelaku mengenakan jaket hitam dan sepatu sneakers. Lantaran nomor polisi kendaraan tidak terlihat dalam rekaman, Paschal mencoba menelusuri dengan mengecek berbagai lokasi CCTV di sekitaran rumahnya. Dari penelusuran tersebut, dia kemudian membuat sketsa pergerakan si pengendara.
Hanya saja, nomor polisi pada kendaraan tetap tidak terdeteksi, karena dugaannya memang tak dipasang si pengendara tersebut.
"Gak ada (nomor polisi). Ya kita tuh dari kemarin tuh nyari terus tapi kok Nah ya kita ngelihatnya kok kayaknya gak masang ya ini tuh," katanya.
Dari rangkaian rekaman tersebut, Paschal cuma bisa menduga bahwa sosok terduga pelaku ini cukup paham aktivitas orang-orang di rumahnya kala pagi hari. Termasuk, lokasi yang biasa digunakan John Wick saat berada di dekat pagar. Pihaknya pun menduga ada unsur kesengajaan yang sudah direncanakan terduga pelaku untuk meracuni anjing tersebut.
"Dengan gak pakai pelat nomor, dia udah tahu di mana anjing saya udah sering keluar, kepalanya di mana gitu, ditaruhnya (ayam beracun) di situ. Lalu, jamnya (kedatangan terduga pelaku) kok 30 menit sebelum ibu saya keluar, kok terlalu terlalu rapi ya," lanjutnya.
Paschal mengatakan, selama John Wick dipelihara, keluarga tidak pernah mendapat keluhan dari warga terkait keberadaan anjing tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai?Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai matter?Keluarga Bantul Pasang Spanduk Marah Usai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.