Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah Jaga Kedamaian di Aceh

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Sarah Moore - kabarberita911.com

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com

KBPP Polri Apresiasi Respons Persuasif Pemerintah Pasca Insiden Bendera di Aceh

Latar Belakang Kericuhan Hari Damai Aceh

Kabarberita911.com – Pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang jatuh pada Sabtu, 15 Agustus, suasana di kawasan Masjid Raya mendadak tegang. Massa memanjat tiang bendera di pekarangan masjid dan menurunkan bendera merah putih, lalu mengibarkan bendera berlatar merah bertuliskan garis hitam. Di lokasi lain, yakni Pendopo Gubernur, warga mencopot lambang burung Garuda serta mengganti bendera nasional dengan bendera bulan bintang. Lima orang sempat diamankan aparat, namun kemudian dilepaskan kembali.

Respons Kapolda dan Menko Hukum

Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, tetapi situasi di provinsi tersebut telah kembali kondusif. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang menjaga ketertiban.

"Terkait kejadian kemarin, Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan. Pada saat Hari Damai, Alhamdulillah walau ada hal yang tidak kita inginkan, namun terima kasih, itu tidak lama, langsung kondusif," jelas Ruddi mengutip detikcom.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra turut meminta seluruh elemen menjaga ketenteraman. Pernyataan itu ia sampaikan di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (17/8).

"Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian," kata Yusril.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menghormati seluruh elemen masyarakat Aceh yang mencintai NKRI, serta menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan warga dalam memperbaiki persoalan yang masih tersisa.

Kapolri Pastikan Situasi Terkendali

Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, juga memastikan bahwa kondisi di Aceh telah terkendali setelah insiden pengibaran bendera bulan bintang tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), sebagaimana dikutip dari detik.com.

"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah, dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," kata Sigit.

Pandangan KBPP Polri: Kematangan dan Pendekatan Persuasif

Ketua Umum PP Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, AH Bimo Suryono, menilai bahwa pemerintah dan aparat keamanan menunjukkan tingkat kematangan tinggi dalam merespons peristiwa tersebut. Ia menekankan bahwa simbol negara dan sejarah panjang konflik Aceh membuat situasi ini sangat sensitif, namun langkah terukur tetap lebih tepat dibanding tindakan represif.

"Saya melihat pemerintah dan Polri menunjukkan kematangan dalam menangani persoalan Aceh. Tidak semua persoalan harus dijawab dengan kekerasan. Pendekatan persuasif yang tepat justru dapat menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengorbankan kewibawaan negara," ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/8).

Bimo juga menegaskan bahwa apabila terungkap adanya pihak tertentu yang sengaja menggerakkan massa atau memanfaatkan momentum untuk kepentingan tertentu, proses penyelidikan harus tetap dijalankan secara profesional.

"Dengan demikian, perdamaian Aceh tetap terjaga, sementara proses hukum tetap berjalan berdasarkan fakta dan bukti," imbuhnya.

Komitmen Mendukung Stabilitas Nasional

Bimo menyatakan bahwa KBPP Polri siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Ia turut mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta ikut menciptakan suasana aman dan kondusif.

"Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan membuat bangsa ini terpecah. Pemerintah bekerja, TNI-Polri menjaga, dan masyarakat ikut mendukung serta mengawasi. Inilah kekuatan Indonesia. Mari kita jaga keberhasilan yang sudah dicapai dan terus kita perbaiki kekurangan yang masih ada," pungkasnya.

Konteks Lebih Luas: NTT dan Program Strategis

Di luar isu Aceh, Bimo turut mengapresiasi kecepatan pemerintah dan aparat dalam mengirimkan bantuan pascagempa serta tsunami yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga menyoroti bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan dalam pelaksanaan program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, dan Sekolah Rakyat. Menurut Bimo, program-program tersebut tetap berjalan, namun sistem pelaksanaannya terus dievaluasi dan diperbaiki secara berkala.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah?

KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah matter?

KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.