Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dandim Jenguk Warga Korban Dugaan Pemukulan Dua TNI di RS Labuan Bajo

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By John Martinez - kabarberita911.com

Foto : John Martinez - kabarberita911.com

Dandim Manggarai Barat Jenguk Korban Dugaan Penganiayaan di Labuan Bajo

Kabarberita911.com – Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung mendatangi Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo pada Rabu (9/9) untuk menjenguk seorang warga yang menjalani perawatan setelah dugaan pemukulan. Peristiwa itu diduga melibatkan dua prajurit TNI AD di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung keadaan korban yang mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis. Budiman juga menyampaikan dukungan kepada korban serta keluarganya di tengah proses penanganan perkara.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan anggota TNI dan warga sipil. Budiman menekankan bahwa kehadirannya di rumah sakit bukan bentuk pembenaran atas dugaan kekerasan yang dilakukan anggota di bawah wilayah komandonya.

“Hari ini saya datang sebagai orang tua sekaligus pimpinan wilayah untuk memastikan kondisi kesehatan korban,” ujar Budiman dalam keterangan resminya, Rabu malam.

Penyesalan atas Dugaan Kekerasan

Dandim menyatakan tindakan pemukulan tidak dapat diterima apabila nantinya terbukti terjadi. Ia mengakui adanya kesalahan apabila anggota TNI yang terlibat benar melakukan kekerasan terhadap warga.

“Anak buah saya yang melakukan pemukulan, kami bertindak salah. Orang tua datang menjenguk dan melihat kondisi korban,” katanya.

Ia menyampaikan penyesalan atas insiden yang diduga dilakukan prajurit terhadap masyarakat sipil. Budiman berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi, baik bagi institusi maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian itu.

Dalam pertemuan tersebut, ia juga mengajak semua pihak untuk menempuh sikap terbuka dan berupaya meredakan keadaan. Ajakan itu disampaikan tanpa mengabaikan pentingnya proses hukum untuk mengungkap peristiwa secara utuh.

“Mari kita sama-sama membuka hati, mengintrospeksi, dan saling mengevaluasi diri serta mungkin saling memaafkan,” ajak Budiman.

Pesan soal introspeksi dan saling memaafkan disampaikan di tengah penegasan bahwa dugaan penganiayaan tetap perlu diproses. Dalam perkara yang menyangkut kekerasan, perhatian terhadap kondisi korban, pemeriksaan terhadap pihak terlibat, serta kejelasan pertanggungjawaban menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Dua Prajurit Diduga Terlibat

Dua prajurit TNI AD diduga terkait dalam kejadian di Dusun Rangko. Satu prajurit bertugas di wilayah Manggarai Barat, sedangkan seorang lainnya berdinas di Yonif 743/PSY Kupang.

Prajurit yang bertugas di Kupang disebut baru menyelesaikan penugasan di Papua. Saat berada di Manggarai Barat, ia menjalani cuti tahunan. Budiman sekaligus menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan adanya instruksi atasan untuk melakukan tindak kekerasan.

Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar. Kehadiran prajurit dari Kupang di Manggarai Barat disebut semata berkaitan dengan izin cuti setelah menyelesaikan tugas di Papua, bukan penugasan untuk melakukan tindakan apa pun terhadap warga.

“Saya luruskan: yang bersangkutan ke Manggarai Barat hanya mendapat surat perintah cuti tahunan setelah menyelesaikan tugas di Papua. Bukan perintah untuk melakukan hal tidak baik seperti pemukulan,” jelasnya.

“Tak ada perintah untuk memukul. Yang ada hanya izin cuti dari pimpinan,” tegasnya.

Klarifikasi ini penting untuk membedakan tindakan personal yang masih dalam pemeriksaan dari kebijakan atau perintah kedinasan. Dugaan keterlibatan anggota dalam sebuah peristiwa tidak serta-merta berarti tindakan tersebut merupakan instruksi institusi.

Proses Hukum Tetap Dijalankan

Budiman memastikan penanganan perkara akan tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Proses itu diharapkan dapat menjelaskan urutan kejadian, peran masing-masing pihak, serta pihak yang harus bertanggung jawab.

Penegasan soal proses yang transparan menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan perkara tidak berhenti pada kunjungan atau pernyataan simpati. Bagi korban, penanganan medis dan kepastian hukum merupakan dua hal yang sama-sama penting setelah mengalami dugaan kekerasan.

Budiman kembali menekankan peran TNI sebagai institusi yang hadir untuk rakyat. Ia menyatakan tugas TNI mencakup menjaga keamanan, keutuhan, dan keharmonisan wilayah, sehingga dugaan tindakan kekerasan terhadap warga perlu ditangani secara serius.

Peristiwa di Desa Tanjung Boleng juga menjadi pengingat bahwa hubungan antara aparat dan masyarakat harus dibangun melalui sikap saling menghormati. Ketika muncul dugaan pelanggaran, langkah yang diperlukan adalah pemeriksaan yang adil, perlindungan bagi korban, serta keterbukaan mengenai hasil penanganannya.

Korban hingga kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo akibat luka-luka yang dialami. Sementara itu, penanganan kasus diharapkan mampu memberikan kejelasan atas dugaan pemukulan tersebut dan menjaga rasa aman warga di Manggarai Barat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dandim Jenguk Warga Korban Dugaan Pemukulan?

Dandim Jenguk Warga Korban Dugaan Pemukulan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dandim Jenguk Warga Korban Dugaan Pemukulan matter?

Dandim Jenguk Warga Korban Dugaan Pemukulan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.