Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ada 995 Senjata di Sekolah, DPR Curiga Jaringan Manfaatkan Pendidikan

Published Agustus 8, 2026 · Updated Agustus 8, 2026 · By James Hernandez - kabarberita911.com

Foto : James Hernandez - kabarberita911.com

DPR Menduga Jaringan Kejahatan Menyembunyikan 995 Senjata di Sekolah Swasta

Kabarberita911.com – Sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah ditemukan sebanyak 995 unit senjata di dalamnya. Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, segera meminta kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait temuan tersebut. Ia mengemukakan dugaan kuat bahwa terdapat jaringan kejahatan yang memanfaatkan lembaga pendidikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang ilegal.

"Dari mana asal usul senjata itu dan akan dipergunakan untuk apa harus dicari tahu. Termasuk temuan narkoba yang sangat mengancam generasi muda. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi rencana kejahatan yang membahayakan keamanan negara," ujar Tandra saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

Penemuan ini terjadi pada tanggal 10 dan 11 Juli lalu, atau hampir satu bulan sebelum berita ini dimuat. Hermawanto, kuasa hukum pihak sekolah, menjelaskan bahwa ruangan tempat senjata-senjata itu ditemukan sedang dibuka untuk keperluan siswa. Ruangan tersebut sebelumnya merupakan milik mantan ketua yayasan sekolah swasta. Temuan ini tidak hanya mencakup senjata api, tetapi juga amunisi dan berbagai aksesoris senjata lainnya yang menambah kekhawatiran masyarakat.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan pada Kamis.

Tandra Desak Polisi Membongkar Jaringan Terstruktur

Ketua DPD Golkar Papua Tengah ini menilai bahwa ratusan senjata yang ditemukan merupakan peringatan keras bagi aparat keamanan. Ia mendesak agar polisi tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga membongkar jaringan terstruktur di baliknya. Menurut Tandra, keberadaan senjata dalam jumlah besar di lingkungan pendidikan menunjukkan adanya sistem penyimpanan yang terorganisir dengan baik.

"Kita menyayangkan di sekolah tempat mendidik generasi bangsa ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba. Kita minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat," ujarnya.

Di sisi lain, Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pemilik senjata, menyatakan bahwa ratusan senjata airsoft gun tersebut legal dan memiliki izin. Ia menegaskan bahwa semua senjata yang ditemukan telah memiliki izin resmi. Alhadid menjelaskan bahwa proses perizinan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi pada hari Kamis.

Menurut Alhadid, senjata-senjata itu telah disimpan di lokasi tersebut sejak tahun 2020. Ia menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut diperuntukkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah. Namun, karena pembina berinisial S meninggal dunia pada tahun 2022, maka kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut sudah tidak lagi berjalan. Kondisi ini menyebabkan senjata-senjata tersebut tertinggal dan tidak terawat dengan baik.

Berita ini pun dibantah oleh pihak sekolah yang belakangan menyatakan tidak adanya ekstrakurikuler menembak di sekolah mereka. Pihak sekolah juga menambahkan bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut hingga ditemukan secara kebetulan. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah terkait keamanan di lingkungan pendidikan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Temuan 995 Senjata di Sekolah

1. Kapan temuan 995 senjata di sekolah ini terjadi? Temuan ini terjadi pada tanggal 10 dan 11 Juli 2026, atau hampir satu bulan sebelum berita ini dimuat pada Agustus 2026.

2. Siapa yang menemukan senjata-senjata tersebut? Hermawanto, kuasa hukum pihak sekolah, bersama timnya yang sedang membuka ruangan untuk keperluan siswa.

3. Apakah semua senjata memiliki izin resmi? Menurut Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, semua 995 senjata yang ditemukan memiliki izin resmi.

4. Mengapa senjata-senjata itu disimpan di sekolah? Awalnya diperuntukkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak, namun kegiatan tersebut berhenti setelah pembina berinisial S meninggal dunia pada tahun 2022.

5. Apa tindakan yang diminta oleh DPR? DPR melalui Soedeson Tandra mendesak polisi untuk mengusut tuntas dan membongkar jaringan terstruktur di balik temuan tersebut.

6. Apakah pihak sekolah mengakui adanya kegiatan menembak? Pihak sekolah membantah adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak dan menyatakan tidak mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut hingga ditemukan.

Related Reading