Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Deteksi Mata Juling Sejak Masih Bayi, Ini 5 Ciri-Cirinya

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Mary Thomas - kabarberita911.com

Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com

Mengenali Tanda Mata Juling pada Bayi: Lima Ciri yang Perlu Diperhatikan

Kabarberita911.com – Mata juling atau ketidaksejajaran posisi mata merupakan kondisi yang dapat dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, pada bayi, kondisi ini seringkali sudah terlihat sejak usia sangat dini. Deteksi Mata Juling Sejak Masih menjadi penting karena orang tua dapat mulai mengamati arah pandangan si kecil saat ia menatap wajah, mainan, atau objek di sekitarnya. Jika salah satu mata terlihat mengarah ke sisi yang berbeda dari mata lainnya, maka kemungkinan adanya strabismus semakin besar.

Berikut adalah lima tanda utama yang menandakan bayi mengalami mata juling:

1. Salah Satu Mata Mengarah ke Dalam atau ke Luar

Tanda paling mudah diamati adalah ketidaksejajaran arah mata. Dalam beberapa kasus, satu mata tampak menatap ke arah hidung, sementara mata lainnya tetap melihat lurus ke depan. Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), kondisi ini dikenal sebagai infantile esotropia, yaitu jenis strabismus yang umumnya muncul dalam enam bulan pertama kehidupan bayi. Yang membedakan kondisi ini dari ketidakstabilan biasa adalah sifatnya yang lebih konstan, bukan sekadar sesekali menyimpang.

2. Kedua Mata Tidak Sejajar Saat Melihat Objek

Perhatikan posisi kedua mata ketika bayi mengikuti gerakan wajah atau mainan. Pada kondisi normal, kedua mata akan mengarah pada objek yang sama secara bersamaan. Namun, pada kasus strabismus, salah satu mata bisa tampak tidak mengikuti arah pandangan mata lainnya. Penyimpangan ini dapat terjadi pada satu mata saja atau bergantian antara kedua mata.

3. Mata Tampak Juling Secara Terus-Menerus

Menurut penelitian Timothy T Xu dan kolega yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology edisi Oktober 2021, bayi memang dapat mengalami ketidakstabilan posisi mata pada awal kehidupannya. Fenomena yang disebut ocular instability of infancy ini biasanya berlangsung hingga usia sekitar tiga bulan, dan bisa lebih lama pada bayi prematur. Oleh karena itu, mata bayi yang sesekali tampak menyimpang pada usia sangat dini belum tentu menunjukkan adanya mata juling permanen. Yang perlu diperhatikan adalah jika mata terus terlihat tidak sejajar atau salah satu mata konsisten mengarah ke dalam atau ke luar.

4. Bayi Sering Memiringkan atau Memutar Kepala

Dalam beberapa situasi, bayi dengan gangguan kesejajaran mata cenderung memiringkan atau memutar kepala untuk mendapatkan posisi melihat yang lebih nyaman. Meskipun demikian, tanda ini tidak dapat digunakan secara mandiri untuk menyimpulkan adanya strabismus. Orang tua perlu menggabungkannya dengan perubahan lain pada posisi mata. Jika bayi kerap melakukan hal tersebut ketika melihat objek, terutama jika disertai mata yang terlihat tidak sejajar, pemeriksaan mata dapat membantu memastikan penyebabnya.

5. Bayi Lebih Sering Menggunakan Salah Satu Mata

Strabismus juga dapat membuat bayi lebih sering mengandalkan satu mata untuk melihat, sedangkan mata lainnya menyimpang. Orang tua mungkin melihat bayi seperti lebih sering menggunakan satu sisi pandangan atau kesulitan mempertahankan tatapan pada objek tertentu. Namun, perilaku bayi saat melihat benda juga dipengaruhi oleh perkembangan penglihatan sesuai usia. Tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan adanya strabismus tanpa pemeriksaan profesional.

Kapan Sebaiknya Diperiksa?

Jika mata bayi terlihat tidak sejajar secara berulang atau salah satu mata terus-menerus menyimpang, sebaiknya kondisi tersebut diperiksakan ke dokter mata. Dokter dapat melakukan pemeriksaan kesejajaran mata, termasuk cover test, untuk melihat apakah kedua mata benar-benar berada pada posisi yang sejajar.

Mata bayi yang sesekali tampak juling belum tentu masalah, terutama pada usia sangat dini. Namun, jika penyimpangan terlihat terus-menerus atau berulang setelah masa awal perkembangan, jangan hanya menunggu hingga bayi lebih besar. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu memastikan apakah yang terlihat hanya ilusi posisi mata atau memang terdapat gangguan kesejajaran mata.

Tips Penting: Lakukan deteksi mata juling sejak masih bayi dengan mengamati perkembangan penglihatan secara berkala. Jika ragu, konsultasikan segera dengan dokter spesialis mata anak untuk penanganan yang tepat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Mata Juling pada Bayi

Apakah mata juling pada bayi selalu memerlukan penanganan? Tidak selalu. Pada usia dini, ketidakstabilan mata merupakan hal yang normal. Namun, jika penyimpangan berlangsung terus-menerus setelah usia tiga bulan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Berapa usia ideal untuk mendeteksi mata juling? Deteksi mata juling sejak masih bayi dapat dimulai sejak usia dua minggu. Namun, diagnosis pasti biasanya dilakukan setelah usia enam bulan ketika koordinasi mata lebih stabil.

Apakah mata juling dapat diobati? Ya, mata juling dapat diobati dengan berbagai metode seperti kacamata, terapi oklusi, atau operasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis strabismus yang dialami.

Bagaimana cara membedakan mata juling sejati dengan ilusi? Ilusi mata juling sering terjadi pada bayi dengan lipatan kulit di sudut mata. Cara sederhana adalah mengamati posisi pupil saat bayi melihat lurus ke depan. Jika pupil tidak sejajar, kemungkinan besar merupakan mata juling sejati.

Related Reading