Harga Minyak Dunia Turun ke US$87,69 Imbas Proyeksi Permintaan 2026
Harga Minyak Dunia Turun ke US$87,69: Analisis Dampak Proyeksi Permintaan 2026
Kabarberita911.com – Harga Minyak Dunia Turun ke US 87,69 per barel pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi setelah beberapa institusi keuangan internasional merevisi proyeksi pertumbuhan kebutuhan minyak global untuk tahun 2026. Komoditas energi tersebut kehilangan lebih dari satu dolar Amerika Serikat per barel dalam sesi perdagangan hari itu. Faktor utama yang mendorong penurunan adalah kombinasi antara proyeksi permintaan yang lebih rendah dan peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat.
Melansir data dari Reuters, minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar US$1,29 atau setara dengan 1,5 persen. Nilai akhir tercatat di angka US$87,69 per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah. WTI turun US$1,30 atau 1,6 persen ke level US$81,97 per barel.
Harga minyak mentah Brent turun US$1,29 atau 1,5 persen menjadi US$87,69 per barel.
Menariknya, penurunan ini terjadi di tengah masih adanya gangguan pasokan akibat konflik berkepanjangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi pelemahan harga minyak lebih dalam. Meskipun ada tekanan turun, konflik tetap menjadi penopang harga agar tidak jatuh terlalu jauh. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global.
Revisi Proyeksi Permintaan oleh OPEC dan IEA
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu, 12 Agustus, resmi memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026. Dalam laporan pasar minyak bulanan mereka, angka tersebut diturunkan menjadi 580 ribu barel per hari (bph). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor ketidakpastian global yang mempengaruhi sektor energi.
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) juga menyampaikan pandangan yang kurang optimis. Pada hari yang sama, lembaga tersebut memperkirakan konsumsi minyak dunia justru akan mengalami kontraksi sebesar 1,6 juta bph sepanjang tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang mencatat kontraksi 1 juta bph pada bulan lalu.
IEA menyebut bahwa gangguan pasokan bahan bakar dan kenaikan harga akibat perang AS-Israel dengan Iran telah menekan permintaan minyak secara signifikan. Hal ini menunjukkan adanya dampak langsung dari ketegangan geopolitik terhadap sektor energi global. Proyeksi yang lebih rendah ini menjadi katalis utama penurunan harga minyak dunia saat ini.
Tekanan Tambahan dari Kenaikan Stok Amerika Serikat
Selain proyeksi permintaan yang lebih rendah, harga minyak juga tertekan oleh kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 pada pekan lalu.
Kenaikan stok tersebut terjadi ketika ekspor minyak AS mengalami penurunan. Kombinasi antara prospek permintaan yang melemah dan peningkatan persediaan minyak mentah AS memberikan tekanan terhadap harga minyak. Meskipun demikian, gangguan pasokan akibat konflik AS-Israel dengan Iran masih menjadi penahan penurunan harga.
Para analis pasar memperkirakan bahwa volatilitas harga minyak akan berlanjut hingga ketidakpastian geopolitik mereda. Investor dan pelaku industri energi perlu memantau perkembangan terbaru dari OPEC dan IEA untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Minyak Dunia
Apa penyebab utama penurunan harga minyak dunia pada Agustus 2026? Penurunan harga minyak dunia terutama disebabkan oleh revisi proyeksi permintaan 2026 oleh OPEC dan IEA, serta kenaikan stok minyak mentah komersial Amerika Serikat yang signifikan.
Berapa harga minyak Brent setelah penurunan pada 13 Agustus 2026? Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$87,69 per barel setelah kehilangan US$1,29 atau 1,5 persen dalam perdagangan hari tersebut.
Bagaimana konflik geopolitik mempengaruhi harga minyak? Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menciptakan gangguan pasokan yang membatasi penurunan harga minyak lebih dalam, meskipun proyeksi permintaan menurun.
Apa proyeksi permintaan minyak dunia untuk 2026 menurut OPEC? OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi 580 ribu barel per hari, turun dari perkiraan sebelumnya.
Apakah tren penurunan harga minyak akan berlanjut? Para analis memperkirakan volatilitas harga akan berlanjut hingga ketidakpastian geopolitik mereda dan proyeksi permintaan stabil.