Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Handojo Setyadi: Penerapan Gedung Hijau Bisa Pangkas Emisi dan Biaya

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Gedung Hijau Dinilai Dapat Menekan Emisi Sekaligus Menghemat Operasional

Kabarberita911.com – Penerapan konsep bangunan hijau berpotensi memberi manfaat ganda bagi pelaku usaha, mulai dari pengurangan emisi hingga penghematan biaya operasional dalam jangka panjang. Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk., Handojo K Setyadi, dalam CNN Indonesia Evolution Forum di Studio II Gedung Transmedia, Jakarta, Rabu (30/9).

Handojo menekankan bahwa pengelolaan gedung yang lebih efisien tidak berhenti pada target lingkungan. Pengaturan penggunaan listrik, pencahayaan, sistem pendingin ruangan, dan aktivitas operasional sehari-hari juga dapat membantu perusahaan mengendalikan kebutuhan biaya dalam periode yang lebih panjang.

“Tetapi di lain sisi, kita juga melihat bahwa kita tidak hanya melihat emisinya, tetapi untuk longterm-nya itu, yaitu kita bisa melakukan penghematan juga untuk pemakaiannya,” kata Handojo dalam Evolution Forum, Rabu (30/9).

Efisiensi Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis

Pengelolaan pencahayaan dan pendingin ruangan menjadi dua unsur yang disoroti dalam penerapan gedung hijau. Keduanya merupakan bagian dari operasional bangunan yang perlu dikendalikan secara konsisten agar manfaat efisiensinya dapat dirasakan dari waktu ke waktu.

Bagi perusahaan, langkah tersebut dapat menghubungkan kepentingan keberlanjutan dengan kebutuhan bisnis. Upaya mengurangi dampak emisi dapat berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya yang lebih hemat, sehingga perusahaan tidak semata-mata memandang bangunan hijau sebagai biaya tambahan.

Handojo menyatakan manajemen perusahaan memberi perhatian pada tim yang menangani agenda tersebut agar penerapannya menghasilkan dampak lingkungan dan bisnis secara bersamaan.

“Makanya manajemen kami pun konsentrasi terhadap tim yang ada ini agar hasil yang kita dapatkan itu nanti bisa ada dua impact, ya. Secara emisi maupun secara bisnis,” ujar Handoyo.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan gedung tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik bangunan. Kegiatan harian, seperti penggunaan energi dan pengaturan fasilitas, turut menentukan seberapa efisien sebuah gedung dijalankan. Konsistensi menjadi faktor penting karena penghematan jangka panjang bergantung pada penerapan yang berkelanjutan, bukan sekadar perubahan sesaat.

Forum Mengangkat Masa Depan Transportasi Hijau

Pembahasan mengenai gedung hijau hadir dalam CNN Indonesia Evolution Forum yang digelar hari itu dengan tema Powering Indonesia’s Future: Green Cars. Blue Skies. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Forum ini membagi pembahasan ke dalam dua sesi. Sesi pertama mempertemukan sejumlah pembicara dari sektor industri, energi, dan pengembangan kendaraan rendah emisi. Selain Handojo K Setyadi, peserta diskusi terdiri atas Patia J Monangdo, Pembina Industri Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian.

Turut hadir pula Suzanty Sitorus selaku Executive Director ViriyaENB serta Sim Budiman Setiawan, Chairman Pusat Keterampilan Energi Terbarukan (PKET). Kehadiran pembicara dari beragam bidang tersebut menggambarkan bahwa transisi menuju ekonomi rendah emisi membutuhkan keterhubungan antara kebijakan, industri, teknologi, dan pengelolaan energi.

Dalam konteks itu, penerapan efisiensi di bangunan melengkapi pembicaraan yang lebih luas mengenai mobilitas hijau. Pengurangan emisi tidak hanya dikaitkan dengan kendaraan, tetapi juga dengan cara energi dan fasilitas digunakan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Pembahasan Kendaraan Listrik hingga Biofuel

Sesi kedua forum diarahkan pada perkembangan kendaraan listrik, biofuel, kendaraan komersial rendah emisi, serta kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mempercepat transformasi transportasi hijau di Indonesia.

Diskusi juga akan mengulas keterkaitan pengembangan sumber energi, inovasi teknologi kendaraan, kesiapan industri, infrastruktur, dan kebijakan. Berbagai unsur tersebut diposisikan sebagai bagian yang saling mendukung dalam pembentukan ekosistem mobilitas rendah emisi yang lebih luas.

Empat pembicara dijadwalkan tampil pada sesi ini, yaitu Eniya Listiani sebagai Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Guru Besar Universitas Pertamina Iman Kartolaksono Reksowardojo, Southeast Asia Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Gonggomtua Sitanggang, serta Wakil Ketua Umum Periklindo dan Senior Manager Marketing Communications MA, Achmad Rofiqi.

Forum dapat disaksikan melalui kanal YouTube CNN Indonesia dan layanan live streaming di CNNIndonesia.com. Rangkaian diskusi tersebut menempatkan efisiensi energi, teknologi transportasi, dan kesiapan ekosistem sebagai bagian dari percakapan tentang masa depan pembangunan rendah emisi di Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Handojo Setyadi?

Handojo Setyadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Handojo Setyadi matter?

Handojo Setyadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.