Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa Saingi Batu Bara, Ini Alasannya

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Panas Bumi Diprediksi Mampu Menyaingi Batu Bara sebagai Sumber Listrik Andalan

Kabarberita911.com – Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), listrik berbasis panas bumi (geothermal) memiliki kapasitas untuk bersaing langsung dengan pembangkit berbahan bakar fosil dalam menjamin keandalan pasokan energi nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam acara Geothermal Convention & Exhibition yang digelar di Jakarta International Convention Center pada Rabu (19/8).

"Rasanya memang panas bumi yang kita kenal ini nantinya sangat bisa bersaing dengan diesel, sangat bisa bersaing dengan bahan bakar dari fosil, batu bara ataupun diesel karena 24 jam bisa menghadirkan listrik."

Peringatan Satu Abad Eksplorasi Geothermal di Kamojang

Eniya menyinggung bahwa tahun berjalan menandai satu abad sejak sumur pengeboran panas bumi pertama di Kamojang mulai dicanangkan dan dibor pada tahun 1926. Ia menekankan bahwa meski telah berusia seratus tahun, uap panas dari sumur tersebut terbukti masih mengalir secara konsisten hingga kini. Baginya, kekayaan alam semacam itu merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Indonesia akan menanggung kerugian besar apabila sumber daya itu tidak dieksploitasi secara optimal.

Gap Besar antara Potensi dan Realisasi

Indonesia saat ini memegang posisi sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia. Total potensi yang tercatat mencapai 23.202,77 Megawatt (MW). Namun, kapasitas terpasang yang benar-benar beroperasi baru berada di kisaran 2.776,39 MW. Artinya, sekitar 11,6 persen potensi yang tersedia telah dimanfaatkan, sementara 88,4 persen sisanya masih belum tersentuh sama sekali.

Revisi Regulasi dan Insentif Pajak

Untuk menutup kesenjangan tersebut, Kementerian ESDM tengah menyusun paket insentif perpajakan sekaligus merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2017. Arah revisi mencakup penyederhanaan pemanfaatan tidak langsung dari panas bumi serta penyesuaian skema tingkat pengembalian modal bagi investor. Eniya menjelaskan bahwa proses pembahasan revisi PP Nomor 7 sedang berjalan dan akan memasuki tahap harmonisasi pada pekan berikutnya.

"Kami saat ini sedang membahas revisi Peraturan Pemerintah Nomor 7 dan ini ada terobosan yang atas arahan Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) dilakukan lelang menjadi satu tahap. Nantinya, lelang itu dalam bentuk online."

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mendorong pemangkasan seluruh regulasi investasi agar proses perizinan menjadi lebih singkat. Selain revisi PP, pemerintah juga menyiapkan pembaruan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan secara keseluruhan.

Izin Baru dan Rencana Lelang 2026

Dalam kesempatan yang sama, Eniya menginformasikan bahwa Bahlil telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Izin Panas Bumi kepada PT PLN (Persero) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, serta kepada PT Telaga Rano Geothermal untuk WKP Telaga Ranu. Pemerintah juga telah menyiapkan penawaran lima WKP dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi yang dijadwalkan dilelang pada tahun 2026.

Pemanfaatan Langsung Uap di Luar Kelistrikan

Di luar konteks pembangkitan listrik berskala besar, Eniya menyoroti aspek yang paling dinantikan masyarakat: pemanfaatan langsung uap atau steam panas bumi. Ia menjelaskan bahwa steam tersebut tidak terbatas pada produksi listrik, melainkan juga dapat difungsikan sebagai sumber air panas atau media pengeringan produk tertentu.

"Kalau selama ini kita kenal menjadi listrik, sebetulnya steam panas bumi ini bisa menjadi sumber air panas ataupun bisa mengeringkan kopi. Nah, ini steam-nya bisa dimanfaatkan."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa?

ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa matter?

ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.