Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahlil Tambah Kuota Pertalite 15 Hari dan 7 Kapal Pasok BBM di Bali

Published Oktober 19, 2026 · Updated Oktober 19, 2026 · By Anthony Martinez - kabarberita911.com

Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com

Pasokan Pertalite Bali Diperkuat, Cadangan Ditargetkan Naik Menjadi 15 Hari

Kabarberita911.com – Pemerintah memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak di Bali setelah sempat muncul risiko antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, meminta Pertamina meningkatkan cadangan Pertalite di pulau tersebut hingga setara kebutuhan 15 hari.

Langkah itu dibarengi penambahan armada pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali. Jika sebelumnya distribusi dilayani tiga kapal minyak, kini tujuh kapal disiapkan untuk mempercepat pengisian persediaan dan menjaga kelancaran penyaluran ke SPBU.

Kebijakan tersebut disampaikan Bahlil setelah rapat koordinasi di Terminal BBM Pesanggaran, Denpasar, Bali, pada Senin (19/10). Pertemuan itu turut melibatkan Gubernur Bali Wayan Koster serta jajaran instansi terkait.

Gangguan Logistik Sempat Mengurangi Persediaan

Dalam beberapa hari terakhir, kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali mengalami keterlambatan. Kondisi teknis pada arus logistik internal Pertamina itu sempat memangkas tingkat persediaan sekitar tiga hingga empat hari.

Meski demikian, Bahlil menyatakan persoalan tersebut mulai tertangani. Rata-rata stok BBM di Bali telah berada pada kisaran 11 sampai 12 hari. Pemerintah kini ingin menaikkannya agar ruang pengamanan pasokan menjadi lebih besar, terutama untuk Pertalite atau RON 90 yang banyak digunakan masyarakat.

“Dari 16 hari sampai 18 hari untuk Pertalite, Ron 90. Selain daripada Pertalite Ron 90, semuanya di atas rata-rata 20 hari, sesuai standar minimum nasional,” kata Bahlil.

Secara nasional, cadangan Pertalite disebut telah berada di atas 16 hari, bahkan berkisar 16 hingga 18 hari. Untuk jenis BBM lain, tingkat ketersediaannya melampaui rata-rata 20 hari dan masih berada di atas standar minimum nasional.

Stok di Bali ditopang dua fasilitas utama, yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Pesanggaran di Kota Denpasar. Kapasitas persediaan di kedua terminal tersebut tidak sama, sehingga pengaturan distribusi perlu mempertimbangkan kemampuan masing-masing lokasi.

“Kalau di Pesanggaran ini kurang lebih sekitar 4 sampai 5 hari cadangannya. Kemudian di Manggis itu di atas 11 hari. Nah, dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan statusnya yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” jelasnya.

Tujuh Kapal Disiapkan untuk Memperlancar Distribusi

Penambahan kapal pengangkut diharapkan membantu mengurai dampak keterlambatan pengiriman secara bertahap. Bahlil menyampaikan bahwa percepatan distribusi dari Jawa telah dibahas dalam rapat koordinasi di Jakarta. Armada yang melayani rute tersebut diperbesar dari tiga menjadi tujuh kapal.

“Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian perlahan-lahan. Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Tapi apapun itu masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” jelasnya.

Bagi pengguna kendaraan, penguatan pasokan ini penting karena ketersediaan di terminal menjadi dasar kelancaran pengiriman BBM ke SPBU. Ketika pengisian terminal berlangsung stabil dan armada pengangkut tersedia cukup, distribusi dapat terus bergerak mengikuti kebutuhan di lapangan.

Bahlil telah menerima informasi dari Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan manajemen Pertamina di Bali bahwa operasional SPBU di wilayah tersebut sudah berjalan normal. Antrean panjang yang signifikan disebut tidak lagi terjadi, tetapi ritme pasokan tetap akan dijaga agar kondisi itu bertahan.

“Ini kita akan jaga ritmenya terus. Sekarang cadangan di Bali 11-12 hari, saya mau tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah 7 untuk mensuplai,” ujarnya.

Cadangan 15 Hari Bukan Berarti Penyaluran Berhenti

Target cadangan 15 hari tidak berarti BBM disimpan lalu dibiarkan habis selama 15 hari. Persediaan di terminal bekerja secara bergulir: BBM yang keluar untuk kebutuhan SPBU akan terus digantikan oleh pengiriman baru. Karena itu, angka tersebut menggambarkan kapasitas pengamanan pasokan, bukan batas waktu penghentian distribusi.

“15 hari itu kan kapasitas tangki, jadi dia itu (BBM) datang terus. Seperti kita mandi di bak, di bak air di rumah kita. Kapasitas kita mungkin 2 ton, habis itu kan diisi lagi, kira-kira begitu. Bukan berarti 15 hari itu habis, enggak. Dia bergulir terus, datang terus,” katanya.

Permintaan penambahan transportasi dari Jawa ke Bali telah disampaikan Bahlil kepada Direktur Utama Pertamina sejak Kamis (15/10). Fokusnya ialah memastikan Pertalite tetap tersedia dengan cadangan 11 sampai 12 hari saat ini, kemudian ditingkatkan menuju 15 hari melalui suplai yang lebih konsisten.

Ia menegaskan bahwa isu pasokan Pertalite di Bali telah dapat diatasi. Sementara itu, stok BBM jenis lain masih berada di atas standar nasional. Untuk solar C48, cadangannya disebut lebih dari enam hari. Bahlil juga menjelaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor solar, sedangkan sebagian pasokan Pertalite masih berasal dari impor.

Dengan tambahan kapal dan penguatan cadangan di terminal, pemerintah menargetkan penyaluran BBM di Bali tetap lancar serta mampu mencegah kembalinya antrean panjang di SPBU. Pengawasan terhadap aliran pasokan dari Jawa, pengisian fasilitas penyimpanan, dan distribusi ke titik penjualan akan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan energi di pulau tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bahlil Tambah Kuota Pertalite 15 Hari?

Bahlil Tambah Kuota Pertalite 15 Hari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil Tambah Kuota Pertalite 15 Hari matter?

Bahlil Tambah Kuota Pertalite 15 Hari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.