Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis Imbas Harga Telur Peternak Anjlok

Published Agustus 12, 2026 · Updated Agustus 12, 2026 · By Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Mendag Tanggapi Aksi Bagi-Bagi Ayam Gratis Akibat Harga Telur Peternak Turun

Kabarberita911.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan respons terhadap aksi distribusi ayam secara cuma-cuma yang terjadi di berbagai daerah. Gerakan ini dipicu oleh penurunan harga telur dan ayam di tingkat peternak. Menurutnya, meskipun harga di level produsen mengalami tekanan, rata-rata nasional untuk kedua komoditas tersebut masih berada di bawah harga acuan pemerintah atau HAP. Sebaliknya, harga di tingkat konsumen justru cenderung lebih tinggi.

Posisi Harga Nasional vs Harga Acuan

Budi menjelaskan bahwa harga telur rata-rata nasional saat ini berkisar Rp26 ribu per kilogram. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan batas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30 ribu. Untuk daging ayam, rata-rata nasional tercatat Rp36 ribu per kg, sementara harga acuannya mencapai Rp40 ribu.

"Kalau telur misalnya, harga telur itu harga rata-rata nasionalnya Rp26 ribu (per kg), HET-nya kan Rp30 ribu. Kemudian harga ayam harga rata-rata nasional Rp36 (ribu), harga acuannya Rp40 ribu," ujar Budi dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Langkah Pemerintah Menyerap Produksi Peternak

Pemerintah berencana menyiapkan berbagai langkah untuk membantu menyerap produksi peternak sekaligus memperbaiki distribusi pasokan. Salah satu upaya adalah melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk pakan hingga Desember. Selain itu, penyerapan telur dan daging ayam akan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Budi menekankan bahwa mekanisme SPPG sangat membantu mengurangi tekanan terhadap produk peternakan di tingkat produsen. "SPPG ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging," ujarnya.

Distribusi Antardaerah Melalui Business Matching

Selain memperkuat penyerapan, Budi juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengatur distribusi antardaerah melalui skema business matching. Skema ini mempertemukan daerah yang memiliki surplus pasokan dengan wilayah yang mengalami kekurangan, terutama daerah di kawasan timur Indonesia. Pertemuan untuk mengatur pasokan tersebut telah dilakukan beberapa kali melalui konferensi daring.

"Terus dari kemarin, dari beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan business matching antar wilayah. Jadi kita ingin menyuplai dari yang daerah surplus ini ke daerah yang kurang, artinya kurang pasokannya, terutama di wilayah timur," kata Budi.

Data BPS: Kenaikan Harga Ayam di Banyak Wilayah

Tekanan harga di tingkat peternak terjadi ketika harga ayam di sejumlah daerah justru meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga daging ayam ras mengalami kenaikan di 188 kabupaten/kota hingga pekan pertama Agustus 2026. Rata-rata harga daging ayam ras secara nasional tercatat Rp39.712 per kg, masih sedikit di bawah harga acuan Rp40 ribu. Namun, kenaikan harga terjadi di 52,22 persen wilayah dalam cakupan pemantauan BPS.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kenaikan harga tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan di sejumlah daerah. Kembali beroperasinya SPPG setelah libur sekolah juga ikut mendorong permintaan ayam di beberapa wilayah.

Di Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, permintaan ayam meningkat karena masyarakat beralih dari ikan setelah angin kencang dan gelombang tinggi membatasi aktivitas nelayan. Sementara di Kota Binjai, kenaikan permintaan terjadi setelah SPPG kembali beroperasi.

Harga Konsumen Jauh Lebih Tinggi

Di sisi lain, harga ayam di tingkat konsumen di sejumlah daerah telah jauh lebih tinggi. BPS mencatat harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya pada pekan pertama Agustus.

Mentan Pastikan Pengendalian Harga Pakan

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga merespons keluhan peternak terkait tingginya biaya pakan. Ia memastikan kebijakan pengendalian harga pakan dilanjutkan hingga akhir tahun dan meminta SPPG menyerap telur peternak sesuai petunjuk teknis.

Amran juga menyebut frekuensi konsumsi telur dalam menu MBG berpeluang ditingkatkan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan. Langkah tersebut diharapkan memperbesar penyerapan produksi telur peternak di tengah tekanan harga di tingkat produsen.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis?

Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis matter?

Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.