Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel: Dari Dicibir Hingga Diperebutkan Investor

Kabarberita911.com – Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel - Indonesia kini mengalami transformasi ekonomi yang sangat menarik dalam sektor nikel. Pihak-pihak yang sebelumnya menertawakan kebijakan larangan ekspor bahan mentah, saat ini justru berlomba-lomba mendekati Bahlil Lahadalia untuk menanamkan modal investasi mereka. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi yang dipertahankan dengan tegas oleh sang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama bertahun-tahun.

Masa-Masa Awal yang Penuh Tantangan dan Kritik

Menurut Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, perjalanan kebijakan hilirisasi tersebut tidak berjalan mulus sejak awal. Pemerintah kala itu menghadapi gelombang kritik yang sangat keras dari berbagai penjuru dunia. Bahkan, Indonesia harus menanggung beban gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akibat keputusan yang diambil untuk melarang ekspor bijih nikel mentah.

"Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel. Kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup," ujar Luhut dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Saat kebijakan itu mulai digulirkan, Luhut masih memegang jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Sementara itu, Bahlil menduduki posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Keduanya bersama-sama mengawal langkah strategis ini meskipun mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak.

Perubahan Paradigma Global yang Signifikan

Kini, situasi telah berbalik total. Para investor asing yang dulunya skeptis terhadap Indonesia, kini antre untuk bertemu dengan Bahlil. Keteguhan sang menteri dalam mempertahankan posisi telah membuka pintu investasi besar-besaran dari berbagai negara.

"Pak Bahlil tegap berdiri mengatakan, kami bisa!. Sebagian yang dulu mentertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi," kata Luhut.

Dampak dari ketegasan tersebut terasa sangat signifikan. Nilai ekspor produk nikel dan turunannya mengalami lonjakan berlipat ganda. Daerah-daerah seperti Morowali dan Halmahera Tengah yang sebelumnya nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, kini mencetak pertumbuhan dua digit serta menjadi bagian dari rantai pasok industri global.

Pelatihan Negosiasi Investasi oleh Luhut

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga berbagi pengalaman selama menjabat sebagai Kepala BKPM. Ia mengakui mendapat bimbingan intensif dari Luhut, khususnya dalam mengasah kemampuan negosiasi dengan negara-negara lain.

"Waktu saya jadi Kepala BKPM, Menko saya itu Pak Luhut. Saya kan sekolah di kampung, enggak pernah belajar negosiasi investasi dengan negara lain. Enam bulan saya dimentori oleh Pak Luhut, dibawa dari China sampai Amerika," ujar Bahlil.

Bahlil merasa bangga karena kemampuannya dalam menarik investor berkat ajaran yang diberikan Luhut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan tersebut yang sangat membantu kariernya.

Menelusuri Akar Masalah Relokasi Industri

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menceritakan momen penting ketika ia dipanggil oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dan Luhut. Pembahasan kali itu mengenai dampak perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) terhadap relokasi industri ke berbagai negara.

Kala itu, sebanyak 32 perusahaan memilih merelokasi pabrik mereka ke Vietnam, namun tidak ada satupun yang datang ke Indonesia. Bahlil merasa dirinya sering dijadikan "kelinci percobaan" oleh kedua pemimpin tersebut dalam berbagai pertemuan.

"Lagi-lagi saya dipanggil oleh Bapak Presiden waktu itu dengan Opung. Memang Opung ini selalu menjadikan saya kelinci percobaan," ujar Bahlil.

Berdasarkan arahan Jokowi dan Luhut, Bahlil menelusuri penyebab kegagalan Indonesia menarik investor. Hasil investigasi menunjukkan bahwa harga tanah kawasan industri di Vietnam hanya berkisar Rp600 ribu, sementara di Indonesia mencapai Rp2 juta. Perbedaan harga inilah yang menjadi hambatan utama.

Temuan tersebut mendorong pemerintah membangun Kawasan Industri Terpadu Batang sebagai solusi. Kawasan ini menyediakan lahan industri dengan harga kompetitif senilai Rp600 ribu, sejalan dengan harga di Vietnam. Namun, Bahlil menegaskan bahwa seluruh perencanaan strategis kawasan industri tersebut digarap oleh Kementerian Investasi, bukan oleh dirinya sendiri.

"Kita lakukan konsepnya, master plan-nya, semuanya dilakukan oleh teman-teman Kementerian Investasi. Bukan saya yang hebat, tapi tim Kementerian Investasi yang hebat," ujar Bahlil.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hilirisasi Nikel

Apa itu hilirisasi nikel? Hilirisasi nikel adalah proses pengolahan bijih nikel mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi seperti stainless steel dan baterai kendaraan listrik.

Mengapa Indonesia melarang ekspor bijih nikel? Larangan ini bertujuan untuk mendorong industri pengolahan dalam negeri dan meningkatkan nilai ekspor produk nikel olahan.

Berapa nilai investasi yang masuk ke sektor nikel? Investasi asing di sektor nikel telah mencapai puluhan miliar dolar AS sejak kebijakan larangan ekspor diterapkan.

Di mana saja kawasan industri nikel berkembang? Kawasan industri nikel utama berada di Morowali, Halmahera Tengah, dan Batang.

[Gambas:Youtube]

Related Reading