Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bulog Pasok Beras ke Kopdes Merah Putih Tanpa Batas Kuota

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Karen Johnson - kabarberita911.com

Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com

Bulog Siapkan Pasokan Beras Medium untuk Jaringan Kopdes Merah Putih

Kabarberita911.com – Perum Bulog akan membuka pasokan Beras Kita Medium bagi jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tanpa menetapkan batas jumlah pemesanan. Skema ini dijadwalkan mulai berjalan pada 20 Oktober dan menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis Koperasi Desa Merah Putih.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu memastikan beras sebagai kebutuhan pangan utama dapat tersedia dengan harga yang terjangkau di berbagai daerah. Dalam pelaksanaannya, Bulog akan menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan yang diajukan melalui mekanisme pemesanan untuk jaringan koperasi.

"Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi," jelas Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9).

Berbeda dengan Aturan untuk Pengecer

Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa pola pasokan untuk KDKMP tidak sama dengan ketentuan yang berlaku bagi pengecer. Pada jalur pengecer, terdapat batas pemesanan sesuai aturan Badan Pangan Nasional atau Bapanas, yakni paling banyak dua ton dalam satu kali pemesanan.

Sementara itu, pengadaan beras untuk KDKMP akan dilakukan melalui Agrinas Pangan. Bulog menyatakan siap mengirimkan jumlah beras sesuai pesanan yang diajukan Agrinas Pangan melalui aplikasi SPHP. Artinya, kapasitas pasokan bagi koperasi tidak dibatasi oleh kuota per transaksi seperti yang diterapkan kepada pengecer.

"Karena ini program strategisnya Presiden, perintahnya tadi Kepala BUMN Pak Dony Oskaria harus mendukung semaksimal mungkin. Jadi tidak ada batasan kuota. Kalau mungkin mohon maaf yang untuk teman-teman pengecer kan sesuai dengan aturannya Bapanas, maksimal sekali pesan 2 ton, maksimal. Nah kalau KDKMP nanti yang pesan Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim, dan pemesanannya menggunakan aplikasi SPHP" beber Rizal.

Perbedaan pengaturan itu menempatkan KDKMP sebagai kanal distribusi yang disiapkan untuk menerima pasokan dalam skala sesuai kebutuhan jaringan koperasi. Sistem pemesanan melalui aplikasi juga menjadi bagian dari tata kelola penyaluran yang direncanakan dalam program tersebut.

Seratus Titik Disiapkan sebagai Percontohan

Sebelum pelaksanaan penuh pada 20 Oktober, pemerintah menargetkan sedikitnya 100 titik KDKMP dapat menerima pasokan beras Bulog dalam tahap awal. Titik-titik itu akan digunakan sebagai proyek percontohan untuk memulai distribusi dan menyiapkan pelaksanaan program di lapangan.

Target percontohan tersebut diharapkan dapat dipenuhi sebelum pertengahan Oktober. Kesiapan titik koperasi menjadi penting karena program tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok beras, tetapi juga dengan kesiapan penerimaan, pemesanan, dan penyaluran produk kepada masyarakat.

"Alhamdulillah tadi sudah diputuskan dan dipimpin Pak Menko, dalam waktu dekat, sebelum 20 Oktober harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project untuk dimasukkan dulu, yang lengkap. Harapannya seperti itu," terang Rizal.

Bulog selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menentukan lokasi-lokasi Kopdes Merah Putih yang akan mendapat perhatian dalam tahap awal. Jumlah 100 titik diposisikan sebagai batas minimum, bukan sasaran akhir.

"Bahkan kalau menurut kami kalau bisa lebih dari 100, lebih banyak lebih bagus," tambahnya.

Perluasan jumlah titik percontohan dapat memberi ruang bagi lebih banyak koperasi untuk memulai penyaluran beras. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan titik KDKMP yang akan ditetapkan dalam koordinasi pemerintah dan pihak terkait.

Beras Medium sebagai Produk yang Disalurkan

Produk yang dialokasikan Bulog untuk jaringan KDKMP adalah beras kualitas medium. Pilihan ini berkaitan dengan status produk tersebut sebagai barang yang memperoleh subsidi pemerintah. Dengan demikian, pasokan yang disiapkan untuk koperasi berada dalam jalur penyaluran pangan bersubsidi.

"Kalau KDKMP, medium. Karena semua adalah barang subsidi pemerintah," tutur Rizal.

Beras medium menjadi komoditas penting dalam skema ini karena merupakan kebutuhan pokok yang digunakan luas oleh masyarakat. Kehadiran pasokan melalui koperasi diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok, terutama melalui titik distribusi yang berada di tingkat desa dan kelurahan.

Tanpa batas kuota pemesanan, Bulog dapat menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan yang masuk dari Agrinas Pangan. Bagi KDKMP, mekanisme tersebut membuka peluang memperoleh pasokan berdasarkan kapasitas dan kebutuhan penyaluran masing-masing jaringan, bukan sekadar batas standar dalam satu kali transaksi.

Tahap percontohan sebelum 20 Oktober akan menjadi penanda awal implementasi distribusi beras Bulog melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Setelah lokasi ditetapkan dan pemesanan berjalan melalui aplikasi SPHP, pasokan Beras Kita Medium akan dikirim sesuai jumlah yang dibutuhkan oleh jaringan koperasi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bulog Pasok Beras ke Kopdes Merah?

Bulog Pasok Beras ke Kopdes Merah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bulog Pasok Beras ke Kopdes Merah matter?

Bulog Pasok Beras ke Kopdes Merah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.