Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

4 Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Published Agustus 17, 2026 · Updated Agustus 17, 2026 · By Karen Johnson - kabarberita911.com

Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com

4 Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia: Jejak Diplomasi yang Mengubah Sejarah

Kabarberita911.com – Pada 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan rakyat. Namun proklamasi itu baru menjadi kenyataan politik ketika komunitas internasional secara resmi mengakui kedaulatan negara tersebut. Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun setelah proklamasi, empat negara dari benua dan tradisi keagamaan berbeda bergerak lebih dulu untuk memberikan pengakuan kepada Indonesia. Kisah 4 negara pertama akui kemerdekaan ini bukan sekadar catatan diplomatik; ia memperlihatkan bahwa perjuangan bangsa baru selalu membutuhkan panggung global agar eksistensinya diakui secara hukum.

Keempat negara tersebut mewakili spektrum keyakinan yang luas — Islam, Kristen Protestan, Hindu, dan Katolik — serta empat kawasan geografis: Timur Tengah, Oseania, Asia Selatan, dan Eropa. Berikut gambaran peran masing-masing.

Mesir: Gerbang Pengakuan dari Dunia Arab

Kairo menjadi titik awal pengakuan internasional terhadap Indonesia. Setelah para diplomat Republik Indonesia melakukan lobi intensif di ibu kota Mesir, pemerintah Kairo memberikan pengakuan de facto pada 22 Maret 1946 dan mengukuhkannya secara de jure pada 10 Juni 1947. Langkah itu membawa konsekuensi politik nyata: Mesir kemudian mendorong negara-negara Liga Arab lain — Suriah, Irak, dan Arab Saudi — agar turut mendukung kedaulatan Indonesia.

Puncak hubungan bilateral ditandai dengan peresmian Kedutaan Besar RI di Kairo, yang sekaligus menjadi kantor perwakilan diplomatik pertama Indonesia di luar negeri. Mayoritas penduduk Mesir, sekitar 85–90 persen, memeluk Islam mazhab Sunni dan agama itu ditetapkan sebagai agama resmi negara.

Australia: Tekanan Serikat Buruh di Dewan Keamanan PBB

Benih hubungan Australia–Indonesia berakar pada simpatiser serikat buruh yang sejak awal bersimpati terhadap perjuangan anti-kolonial. Ketika Belanda melancarkan agresi militer pertama, Canberra bersama New Delhi mengajukan resolusi di Dewan Keamanan PBB pada Juli 1947, mendesak penghentian serangan ke wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Sensus Resmi Biro Statistik Australia, sekitar 43,9 persen populasi menyatakan diri Kristen. Kelompok tanpa afiliasi agama manapun — sekuler, ateis, agnostik — juga sangat besar, mendekati 39 persen dari total penduduk.

India: Solidaritas dari Tetangga yang Baru Merdeka

India sendiri baru meraih kemerdekaan pada 1947, tetapi empati terhadap perjuangan Indonesia sudah terjalin jauh sebelumnya. Ikatan personal antara Mohammad Hatta dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru menjadi fondasi utama dukungan tersebut.

"Bahkan sebelum merdeka penuh, Indonesia mengirimkan 500 ribu ton beras ke India pada Agustus 1946 ketika negara itu dilanda kelaparan." — Catatan sejarah bilateral

Setelah bebas dari penjajahan, India secara konsisten membela posisi Indonesia di PBB, terutama saat agresi militer Belanda mengguncang Yogyakarta pada 1948. India juga menjadi penggagas resolusi Asia-Afrika yang mengecam tindakan Belanda. Hindu merupakan agama mayoritas di India, dianut sekitar 79,8 persen penduduk.

Vatikan: Pengakuan Pertama dari Eropa

Sebagai pusat Gereja Katolik sedunia dengan Paus sebagai pemimpin tertingginya, Vatikan menjadi negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada 1947, misi diplomatik berstatus Apostolic Delegate dibuka di Jakarta (dikutip dari laman Kemlu). Hubungan resmi kedua negara kemudian terjalin penuh pada tahun 1950.

Keduanya berbagi nilai penghormatan terhadap keberagaman, perdamaian, dan keadilan sosial. Hingga kini hubungan bilateral Indonesia–Vatikan tetap berjalan baik. Persentase penduduk pemeluk Katolik di Vatikan mencapai 100 persen.

Tanya Jawab: Fakta Singkat tentang Pengakuan Awal

Kapan Mesir memberikan pengakuan de jure kepada Indonesia? Pada 10 Juni 1947, setelah pengakuan de facto terlebih dahulu diberikan pada 22 Maret 1946.

Apakah keempat negara tersebut berasal dari satu kawasan? Tidak. Mereka tersebar di Timur Tengah (Mesir), Oseania (Australia), Asia Selatan (India), dan Eropa (Vatikan), sehingga mencerminkan dukungan lintas geografis yang luas.

Bagaimana peran Indonesia sendiri dalam membangun hubungan dengan India? Pada Agustus 1946, Indonesia mengirimkan 500 ribu ton beras ke India saat negara itu dilanda kelaparan — gestur solidaritas yang memperkuat ikatan diplomatik sebelum India merdeka penuh.

Apakah pengakuan awal ini berdampak jangka panjang? Ya. Kedutaan Besar RI di Kairo menjadi kantor perwakilan pertama Indonesia di luar negeri, sementara resolusi Asia-Afrika yang digagas India membuka preseden hukum internasional untuk mengkritik agresi militer kolonial.

Kehadiran empat negara dari spektrum geografis dan keagamaan yang sangat berbeda membuktikan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia tidak datang dari satu blok ideologis. Islam, Hindu, Kristen, dan Katolik semuanya terwakili dalam barisan pengakuan pertama tersebut — sebuah fakta yang menegaskan universalitas perjuangan bangsa Indonesia di panggung dunia.

Related Reading