Berita Moto Gp

Veda Ega dan Kiandra Tetap Puasa Jelang Balapan di Mugello

Veda Ega dan Kiandra Tetap Puasa Jelang Balapan di Mugello

Veda Ega dan Kiandra Tetap Puasa – Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, dua pembalap Indonesia yang kini berada di Eropa, memutuskan untuk tetap menjalankan puasa meski sedang bersiap menghadapi balapan di Sirkuit Mugello, Tuscany, Italia. Pemilihan untuk tidak mengurangi rutinitas ibadah ini menjadi perhatian publik, terutama dalam konteks kesibukan dan tantangan yang dihadapi oleh atlet internasional saat menjalani kompetisi di luar negeri.

“Saya puasa alhamdulillah,” ujar Kiandra. “Saya juga puasa. Wah di Spanyol puasanya 18 jam,” tambah Veda.

Mengapa Mereka Memutuskan Tetap Puasa

Pembalap muda yang masuk dalam tim Astra Honda Racing Team ini menjelaskan bahwa puasa menjadi bagian dari identitas budaya dan agama mereka. Meski berada di luar negeri, mereka tetap menjaga konsistensi ibadah sebagai bentuk kepatuhan terhadap kepercayaan. “Puasa itu bagian dari kehidupan sehari-hari, jadi tidak ada alasan untuk mengurangi,” kata Kiandra. Veda Ega menambahkan bahwa ia berusaha menyesuaikan jam puasa sesuai dengan kondisi di sana, meski durasinya lebih panjang dari biasanya.

Kebiasaan puasa juga menjadi alat untuk mengatur energi dan fokus. Keduanya menyebut bahwa kegiatan ibadah ini membantu mereka menjaga ketenangan pikiran di tengah kesibukan latihan dan persiapan balapan. Meski sempat ada kekhawatiran akan pengaruh puasa terhadap performa fisik, keduanya percaya bahwa kebiasaan ini justru memperkuat disiplin dan ketekunan dalam mengejar target. “Saya tetap puasa karena itu cara saya mengingat Tuhan,” ujar Veda. “Puasa juga membantu saya fokus di lomba,” imbuh Kiandra.

Cerita di Balik Puasa di Sirkuit Mugello

Dalam video yang dipublikasikan di Instagram oleh Astra Honda Racing Team, Veda Ega dan Kiandra Ramadhipa diperlihatkan berbagi pengalaman mengamalkan puasa di tengah suasana balapan yang sibuk. Mereka menjelaskan bahwa meski akses ke tempat ibadah terbatas, mereka tetap menjalankan salat berjamaah di lingkungan hotel atau lapangan terdekat. “Tidak ada yang bikin salat Idul Adha berjamaah,” kata Kiandra. “Saya juga tidak, sunah juga,” timpal Veda Ega.

Puasa Arafah, yang menjadi bagian dari ibadah Haji, juga menjadi prioritas bagi keduanya. Mereka menjalani puasa ini satu hari sebelum balapan di Mugello, meski durasinya mencapai 18 jam. “Iya jam 21.00 baru berbuka ya, malam banget. Lemes, bisa semaput,” ujar Kiandra. Meski sering merasa lelah, keduanya tetap yakin bahwa puasa membantu mereka menjaga keseimbangan antara spiritual dan fisik.

Di sisi lain, Veda Ega dan Kiandra tetap Puasa juga memberi pengaruh positif terhadap komunitas sepeda motor Indonesia di luar negeri. Mereka menjadi contoh bagi atlet lain yang ingin menjaga tradisi keagamaan sambil berprestasi. “Ketika saya puasa, saya lebih konsentrasi mengenai teknik balapan,” jelas Veda. “Saya tetap Puasa sebagai bentuk doa dan motivasi untuk mencapai hasil terbaik,” tambah Kiandra. Kedua pembalap ini juga mengungkapkan bahwa konsistensi puasa menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari, baik di lomba maupun di hari-hari biasa.

Tim Astra Honda Racing Team mengakui bahwa kebiasaan Veda Ega dan Kiandra tetap Puasa membutuhkan perencanaan matang. Mereka diberikan dukungan dari staf tim dalam hal menjaga nutrisi dan rehidrasi. “Kita menyesuaikan menu makanan agar tetap memenuhi kebutuhan energi tanpa mengganggu puasa,” kata salah satu pelatih mereka. Meski puasa membuat jadwal latihan lebih ketat, keduanya tetap berhasil mengatur waktu dengan baik. “Saya tetap Puasa, tapi tetap bisa latihan dengan intensif,” kata Kiandra.

Veda Ega dan Kiandra tetap Puasa juga menginspirasi banyak penikmat olahraga sepeda motor di Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa menjadi atlet internasional tidak harus meninggalkan nilai-nilai budaya dan keagamaan. “Saya berharap bisa menunjukkan bahwa berpuasa tidak mengurangi semangat bertanding,” ujar Veda. Kiandra menambahkan bahwa puasa menjadi cara mereka mengingat Tuhan di tengah kesibukan lomba. Dengan menjalani puasa, mereka merasa lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik di setiap balapan, termasuk di Mugello.

Leave a Comment