Berita Eropa Amerika

Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah Ngaku Jadi Yesus

Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah Mengklaim Jadi Yesus

Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah – Seorang pria yang melakukan penembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, memiliki riwayat kriminal dan masalah psikologis. Menurut laporan New York Post, Nasire Best (21) pernah ditangkap polisi pada Juli tahun lalu karena masuk tanpa izin dan mengaku sebagai Yesus Kristus.

Perilaku yang Mengarah pada Penangkapan

Pada insiden tersebut, Best melewati pos pemeriksaan pejalan kaki di dekat Gedung Putih yang dianggap terlarang. Ia berjalan melalui jalur pintu putar keluar dan menyampaikan pernyataan tidak masuk akal saat ditahan oleh polisi DC dan agen Secret Service.

“Dia mengaku sebagai Yesus Kristus dan ingin ditangkap,” tulis catatan pengadilan dalam laporan terkait peristiwa itu.

Di media sosial, Best juga sempat mengunggah postingan yang menyatakan klaim serupa bahwa dirinya “sebenarnya adalah putra Tuhan.” Salah satu unggahannya bahkan mengancam akan mencelakai Presiden AS Donald Trump, menurut laporan CNN.

Insiden Penembakan dan Respons Trump

Rentetan tembakan terdengar di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat. Setelah peristiwa tersebut, gedung utama pemerintahan AS langsung dikawal polisi dan pasukan keamanan. Trump sendiri sedang berada di dalam gedung untuk bernegosiasi kesepakatan dengan Iran.

“Terima kasih kepada Secret Service dan Penegak Hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di negara kita,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Nasire Best sebelumnya pernah beberapa kali berurusan dengan Secret Service, termasuk pada Juni 2025 ketika menghalangi jalur masuk di Gedung Putih. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa secara paksa akibat aksinya itu.

Motif penembakan ini belum diketahui secara pasti. Para pemimpin Partai Demokrat dan Republik memberikan kecaman terhadap insiden tersebut.

Leave a Comment