Topics Covered: Pertamina 2025 Mencapai Laba Rp55 T dan Pasok 70% BBM RI
Topics Covered: PT Pertamina (Persero) mencapai pencapaian signifikan pada tahun buku 2025, dengan laba bersih mencapai Rp55,2 triliun dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai 70 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memastikan ketersediaan energi yang andal untuk masyarakat dan industri sekaligus memperkuat posisi Pertamina sebagai pelaku utama sektor energi di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menorehkan pencapaian dalam keuangan dan produksi migas, yang menjadi fokus utama dalam laporan tahunan mereka.
Kinerja Keuangan dan Kontribusi Pemerintah
Dalam laporan keuangan tahun buku 2025, Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun. Angka ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola bisnis secara efisien dan berkelanjutan. Selain laba bersih, Pertamina juga memberikan kontribusi ke pemerintah melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen, dengan total mencapai Rp360,76 triliun. Capaian ini sejalan dengan peran Pertamina sebagai salah satu pelaku usaha strategis yang membantu menstabilkan perekonomian nasional.
Investasi domestik Pertamina pada tahun buku 2025 juga mencapai US$5,9 miliar atau Rp97,2 triliun. Jumlah ini berdampak signifikan terhadap pendorong pertumbuhan sektor lokal, seiring penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) sekitar Rp531,5 triliun. Dengan menekankan pembelian barang dan jasa dari dalam negeri, Pertamina memastikan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Peningkatan Efisiensi dan Transmisi Energi
Topics Covered: Dalam sektor hulu, Pertamina berhasil menjaga produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), menjaga ketersediaan energi bagi kebutuhan nasional. Sementara itu, kilang Pertamina menghasilkan Yield Valuable Product (YVP) sebesar 83,7 persen, dengan volume pengolahan mencapai 333 juta barel. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan proses produksi dan meminimalkan pemborosan sumber daya.
Di sektor hilir, Pertamina menjamin pasokan BBM mencapai 70 persen, mengamankan akses energi bagi masyarakat sehari-hari dan sektor industri kritis. Hal ini menjadi penopang utama dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan bakar di dalam negeri, terlebih dalam kondisi global yang tidak pasti. Selain itu, transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 587 BSCF, sementara volume niaga gas mencapai 305 juta MMBTU, menunjukkan diversifikasi perusahaan dalam pemanfaatan sumber daya energi.
Inovasi dalam Energi Baru dan Terbarukan
Pertamina juga menorehkan prestasi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), dengan produksi listrik naik 3 persen menjadi 8.711 GWh. Capaian ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap perubahan pola konsumsi energi dan kebutuhan akan solusi yang lebih ramah lingkungan. Program dekarbonisasi yang dijalankan oleh Pertamina berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e, sebagai langkah konkret untuk mendukung target keberlanjutan negara.
“Topics Covered: Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Menurut Simon, pengelolaan operasional yang optimal dan inovasi dalam teknologi menjadi kunci sukses Pertamina dalam mencapai angka-angka tersebut. Perusahaan juga memperlihatkan tanggung jawab sosial dengan terus meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas BBM bagi seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi dan otomatisasi dalam operasional bisnis.
