Berita Corporate Action

New Policy: Buah Naga dari Banyuwangi Mengalir ke Singapura hingga Hong Kong

New Policy Meningkatkan Ekspor Buah Naga Banyuwangi ke Singapura dan Hong Kong

New Policy – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, New Policy dari Pemerintah Daerah Banyuwangi menjadi strategi kunci yang memberikan akses lebih luas bagi petani lokal ke pasar internasional. Kebijakan ini tidak hanya mengubah pola ekspor buah naga, tetapi juga menciptakan keuntungan ekonomi yang signifikan. Melalui program pendampingan yang disediakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), kelompok tani Sinar Cabe di Sumbermulyo, Jawa Timur, kini bisa menjual produknya ke Singapura dan Hong Kong dengan memenuhi standar kualitas pasar global.

Peran Yayasan dalam Membangun Ekosistem Ekspor

Dukungan New Policy berupa program pengembangan UMKM melalui Yayasan Astra-YDBA memberikan pelatihan teknis kepada petani buah naga. Tujuan utama adalah mengintegrasikan mereka ke dalam rantai pasok yang lebih efisien. Program ini mencakup pelatihan metode penanaman organik, pembuatan pupuk mandiri, dan teknik sortir buah sesuai kriteria kualitas pasar modern. Dengan adanya pendampingan ini, petani tidak lagi hanya bergantung pada harga yang ditentukan oleh pihak ketiga.

Ekspor ke Pasar Internasional dan Lokal

Berkat New Policy, ekspor buah naga Banyuwangi tidak hanya fokus pada Singapura dan Hong Kong, tetapi juga memperluas jaringan distribusi ke pasar dalam negeri. Sejak 2022 hingga 2025, kelompok tani telah mengekspor 6,8 ton buah naga ke luar negeri. Selain itu, kerja sama dengan PT Oreng Osing sejak Maret 2024 berhasil meningkatkan produksi olahan menjadi 20 ton. Produk buah kering pun mulai diperkenalkan ke konsumen lokal sejak September 2024 melalui platform Herbor.id.

Perbaikan Teknik Produksi untuk Kualitas Terbaik

Penanaman organik menjadi bagian penting dari New Policy yang diterapkan. Metode ini meningkatkan daya tahan buah naga, sehingga lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Sumartini, Ketua Kelompok Tani Sinar Cabe, menjelaskan bahwa kualitas produk yang meningkat memungkinkan petani menentukan harga jual secara mandiri. Dengan luas lahan mencapai 9,2 hektare, kelompok tani mampu menghasilkan 25–45 ton buah per bulan.

“Dengan New Policy ini, kita tidak hanya fokus pada penjualan mentah, tetapi juga memperkaya variasi produk seperti olahan buah kering dan minuman. Omset per minggu bisa mencapai Rp30–32 juta, tergantung jenis dan varietas buah yang dihasilkan,” tambah Sumartini.

Meningkatkan Daya Tawar Petani

Salah satu dampak nyata dari New Policy adalah peningkatan daya tawar petani. Sebelumnya, harga buah naga ditentukan oleh pasar, tetapi kini petani bisa menetapkan nilai jual berdasarkan kualitas produk. Rahmat Samulo, Ketua Yayasan Astra-YDBA, menegaskan bahwa pelatihan teknis telah membantu kelompok tani memenuhi standar kualitas yang diterima oleh berbagai pelaku usaha, mulai dari supermarket hingga industri perhotelan. Ini menjadi dasar untuk menjangkau konsumen ekspor yang memiliki kriteria lebih ketat.

Kerja Sama Industri untuk Meminimalkan Kerugian

Kebijakan baru ini juga mendorong kolaborasi antara petani dengan perusahaan pengolahan. Buah naga yang tidak laku di pasar bisa diubah menjadi selai, dodol, atau sirop, sehingga mengurangi risiko kerusakan dan meningkatkan nilai ekonomi. Melalui New Policy, Yayasan YDBA aktif menjembatani kelompok tani dengan industri lokal, termasuk penggunaan kulit buah sebagai pupuk organik. Pendekatan ini menciptakan rantai pasok yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Peluang Tahun Depan dan Dukungan Berkelanjutan

Para petani optimis bahwa New Policy akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya akses ke pasar internasional dan peningkatan kualitas produksi, mereka berharap dapat meningkatkan volume ekspor hingga 10 ton per bulan. Selain itu, Yayasan YDBA berencana meluaskan program pendampingan ke daerah lain di Jawa Timur untuk menyalurkan pengalaman ini ke lebih banyak petani. Kebijakan ini menjadi contoh sukses dalam mengubah potensi pertanian menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Leave a Comment